salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger
    • Home
    • About Me
    • Contact Me
    • Tekno
    • Film
    • Travel
    • Food

     

    Pernah menemukan skin Mobile Legends yang sudah lama diincar, tetapi setelah mengecek akun, ternyata Diamond belum cukup? Apalagi ketika event sedang berlangsung dan ada item menarik yang sayang untuk dilewatkan. Rasanya ingin segera melakukan top up supaya bisa mendapatkan skin impian.

    Namun, sebelum buru-buru membeli Diamond, ada satu hal yang sebaiknya dipertimbangkan: memilih layanan top up yang tepat.

    Bagi pemain Mobile Legends, Diamond menjadi salah satu mata uang dalam game yang bisa digunakan untuk membeli skin, item, dan berbagai penawaran lainnya. Pilihan tempat top up pun semakin beragam. Ada yang menawarkan harga menarik, promo, hingga metode pembayaran praktis seperti QRIS.

    Wajar jika harga menjadi pertimbangan utama. Dengan budget terbatas, tentu kita ingin mendapatkan Diamond sebanyak mungkin. Meski begitu, harga murah tidak selalu menjamin pengalaman transaksi yang menyenangkan.

    Bayangkan sudah membayar, tetapi Diamond belum masuk ke akun. Kita pun bingung karena status transaksi tidak jelas atau kesulitan mencari bantuan. Selisih harga yang awalnya terasa menguntungkan bisa jadi tidak sebanding dengan waktu dan tenaga yang terbuang.

    Karena itu, top up ML terbaik, termurah, dan tercepat bukan hanya tentang mencari harga paling rendah. Kita juga perlu memperhatikan kecepatan pemrosesan, kemudahan pembayaran, keamanan akun, dan ketersediaan customer service.

    Setidaknya, ada lima hal yang layak diperiksa sebelum memilih layanan top up:

    • Harga transparan, dengan jumlah Diamond dan total pembayaran yang jelas.

    • Proses sederhana, tanpa langkah yang membingungkan.

    • Pembayaran praktis, dengan metode yang mudah digunakan.

    • Status transaksi jelas, sehingga kita dapat memeriksa proses pembelian.

    • Dukungan pelanggan, untuk membantu ketika terjadi kendala.

    Kombinasi faktor tersebut membantu kita menilai apakah sebuah layanan benar-benar worth it, bukan sekadar terlihat murah di awal.

    Cara Memilih Top Up ML yang Murah, Aman, dan Praktis

    Bandingkan Harga dan Jumlah Diamond

    Saat mencari top up ML termurah, jangan hanya melihat harga paket yang terpampang di halaman transaksi. Perhatikan juga jumlah Diamond yang diterima, kemungkinan biaya tambahan, serta promo yang sedang berlaku.

    Misalnya, kamu memiliki budget Rp50.000 atau Rp100.000. Daripada langsung memilih paket terbesar, bandingkan beberapa pilihan yang tersedia. Hitung berapa banyak Diamond yang didapatkan dari total pembayaran tersebut.

    Cara sederhana untuk membandingkannya adalah menggunakan rumus berikut:

    Biaya efektif per Diamond = Total pembayaran ÷ Jumlah Diamond yang diterima

    Semakin rendah biaya efektifnya, semakin hemat biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan jumlah Diamond yang sama.

    Namun, jumlah Diamond untuk budget tertentu dapat berubah mengikuti paket dan promo. Karena itu, periksa informasi terbaru pada halaman top up sebelum melakukan pembayaran.

    Ada pula perbedaan antara murah dan worth it. Layanan murah biasanya lebih menonjolkan harga rendah, diskon, atau bonus. Sementara itu, layanan yang worth it menawarkan nilai lebih menyeluruh, mulai dari harga kompetitif, kemudahan transaksi, kejelasan proses, hingga dukungan ketika terjadi masalah.

    Jadi, jika dua paket memiliki nilai harga yang hampir sama, pertimbangkan juga kemudahan pembayaran dan kejelasan status transaksinya.

    Kenali Kebutuhan Top Up Sebelum Membeli

    Setiap pemain memiliki kebiasaan yang berbeda dalam membeli Diamond. Ada pemain yang hampir tidak pernah top up, ada yang sesekali membeli ketika mengincar skin tertentu, dan ada pula yang rutin melakukan transaksi.

    Bagi pemain yang jarang melakukan top up, harga dan promo mungkin menjadi pertimbangan utama. Pemain yang melakukan top up sesekali biasanya membeli Diamond ketika ada event, menginginkan skin tertentu, atau menemukan penawaran menarik.

    Sementara itu, pemain yang rutin membeli Diamond cenderung membutuhkan pengalaman transaksi yang konsisten. Kecepatan, kemudahan, dan kejelasan bantuan menjadi semakin penting, terlebih jika nilai transaksi cukup besar.

    Karena itu, tidak ada satu layanan yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Pilihan yang tepat adalah layanan yang sesuai dengan kebutuhan, frekuensi transaksi, dan budget masing-masing.

    Pastikan Transaksi Cepat dan Data Akun Benar

    Setelah menemukan paket yang sesuai, tentu kita ingin Diamond segera masuk ke akun. Idealnya, proses top up berlangsung sederhana: pilih game, masukkan data akun, tentukan nominal Diamond, lakukan pembayaran, lalu periksa status transaksi.

    Meski demikian, waktu pemrosesan bisa berbeda bergantung pada sistem transaksi dan pembayaran. Karena itu, jangan hanya mengandalkan klaim instan. Pastikan tersedia informasi yang jelas untuk memeriksa apakah pembayaran berhasil dan transaksi sudah diproses.

    Sebelum membayar, periksa kembali beberapa informasi berikut:

    • Game yang dipilih sudah benar.

    • User ID sesuai dengan akun Mobile Legends.

    • Zone ID sudah benar.

    • Nominal Diamond sesuai kebutuhan.

    • Total pembayaran sudah diperiksa.

    Kesalahan memasukkan User ID atau Zone ID dapat menyebabkan Diamond tidak terkirim ke akun yang dituju. Karena itu, luangkan waktu untuk memeriksa data sebelum menekan tombol pembayaran.

    Jangan pernah memberikan password akun Mobile Legends kepada pihak lain hanya untuk melakukan top up. Simpan juga bukti pembayaran agar lebih mudah melakukan pengecekan jika terjadi kendala.

    Pembayaran QRIS dan Peran Customer Service

    Selain harga, metode pembayaran turut menentukan kenyamanan transaksi. Salah satu metode yang tersedia pada layanan top up Hyperplay adalah QRIS.

    Dengan QRIS, pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi pembayaran yang mendukung pemindaian kode QR. Alurnya cukup sederhana: pilih paket Diamond, masukkan data akun, pilih QRIS, pindai kode, lalu ikuti petunjuk pembayaran hingga selesai.

    Setelah pembayaran berhasil, periksa status transaksi dan pastikan Diamond sudah masuk ke akun. Jika belum, jangan langsung melakukan pembayaran kedua.

    Periksa terlebih dahulu status pembayaran, bukti transaksi, serta User ID dan Zone ID yang dimasukkan. Jika kendala belum terselesaikan, hubungi customer service dengan menyiapkan informasi transaksi yang relevan.

    Di sinilah dukungan pelanggan menjadi penting. Layanan yang baik bukan hanya memudahkan pengguna ketika membeli Diamond, tetapi juga membantu memberikan kejelasan saat transaksi mengalami masalah.

    Bagaimana Jika Diamond Belum Masuk?

    Situasi ini tentu bisa membuat khawatir, terutama ketika pembayaran sudah berhasil. Namun, sebaiknya jangan langsung panik atau mengulangi transaksi.

    Lakukan pengecekan secara berurutan:

    1. Periksa pembayaran. Pastikan transaksi QRIS benar-benar berhasil.

    2. Simpan bukti pembayaran. Bukti ini dapat membantu proses penelusuran.

    3. Periksa User ID dan Zone ID. Pastikan data yang dimasukkan sesuai.

    4. Cek status transaksi. Cari tahu apakah transaksi masih diproses atau sudah selesai.

    5. Hubungi customer service. Jika Diamond belum diterima, sampaikan informasi transaksi agar kendala dapat ditelusuri.

    Transaksi digital bisa mengalami kendala, sehingga kejelasan proses dan akses bantuan perlu menjadi bagian dari pertimbangan sebelum memilih layanan.

    Selain itu, berhati-hatilah terhadap harga yang terlalu jauh di bawah penawaran umum tanpa penjelasan yang masuk akal. Sebelum membayar, pastikan kamu menggunakan halaman transaksi yang benar dan memahami detail paket yang dibeli.

    Cara Top Up ML di Hyperplay

    Jika ingin menggunakan Hyperplay, ikuti langkah berikut berdasarkan alur layanan yang tersedia:

    1. Buka halaman top up Hyperplay dan pilih Mobile Legends.

    2. Masukkan User ID dan Zone ID sesuai akun.

    3. Pilih nominal Diamond berdasarkan kebutuhan dan budget.

    4. Pilih QRIS sebagai metode pembayaran.

    5. Pindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.

    6. Selesaikan pembayaran dan periksa status transaksi.

    7. Pastikan Diamond sudah masuk ke akun Mobile Legends.

    Sebelum menyelesaikan transaksi, periksa kembali data akun dan total pembayaran. Jika ada promo, baca ketentuannya terlebih dahulu.

    Hyperplay menyediakan layanan top up Mobile Legends dengan pembayaran QRIS yang bisa menjadi alternatif bagi pemain yang mengutamakan kemudahan transaksi. Namun, seperti saat menggunakan layanan digital lainnya, tetap periksa informasi transaksi dan simpan bukti pembayaran untuk berjaga-jaga.

    Kapan Sebaiknya Melakukan Top Up?

    Tidak ada waktu yang selalu paling tepat untuk membeli Diamond. Sebagian pemain melakukan top up ketika ada event Mobile Legends, ingin membeli skin tertentu, atau menemukan promo yang sesuai.

    Jika memiliki budget Rp50.000 atau Rp100.000, tentukan terlebih dahulu kebutuhan Diamond dan bandingkan paket yang tersedia. Jumlah Diamond yang diperoleh bergantung pada harga serta promo saat transaksi, sehingga tidak ada angka yang berlaku untuk semua periode.

    Sebelum membeli, tanyakan kepada diri sendiri: apakah Diamond tersebut memang dibutuhkan, atau kita hanya tertarik karena melihat promo?

    Jika memang dibutuhkan, bandingkan value paket dan pilih yang paling sesuai dengan budget. Dengan begitu, keputusan top up tidak semata-mata didorong oleh diskon atau keinginan mengikuti event.

    Memilih Top Up ML yang Benar-Benar Worth It

    Memilih top up ML terbaik, termurah, dan tercepat membutuhkan pertimbangan yang lebih luas daripada sekadar membandingkan harga. Harga tetap penting, tetapi kecepatan pemrosesan, kemudahan pembayaran, keamanan akun, kejelasan status transaksi, dan customer service juga menentukan pengalaman pengguna.

    Hyperplay menyediakan layanan top up Mobile Legends dengan pembayaran QRIS yang bisa menjadi salah satu pilihan bagi pemain yang mengutamakan kemudahan transaksi. Sebelum membeli, tetap periksa paket, total pembayaran, dan informasi yang tersedia pada halaman transaksi.

    Pada akhirnya, layanan yang worth it tidak selalu menjadi yang termurah untuk setiap paket. Yang lebih penting adalah mendapatkan nilai yang sesuai dengan kebutuhan dan pengalaman transaksi yang nyaman.

    Quick Takeaways: Sebelum Top Up ML

    Sebelum menekan tombol bayar, ingat beberapa hal berikut:

    • Bandingkan harga berdasarkan jumlah Diamond dan total pembayaran.

    • Periksa User ID, Zone ID, serta nominal Diamond.

    • Pilih metode pembayaran yang praktis, seperti QRIS jika tersedia.

    • Pastikan status pembayaran dan transaksi dapat diperiksa.

    • Simpan bukti pembayaran.

    • Jangan pernah membagikan password akun.

    • Hubungi customer service jika terjadi kendala.

    • Jangan melakukan pembayaran kedua sebelum status transaksi pertama jelas.

    Top up ML yang worth it adalah pilihan yang menyeimbangkan harga, kemudahan, kecepatan, keamanan, dan kepercayaan. Dengan membandingkan faktor-faktor tersebut, kamu bisa menikmati Mobile Legends tanpa membuat proses pembelian Diamond menjadi ribet.

    Continue Reading

     

    Pada saat pandemi, saya coba diet tanpa ada konsultasi dan analisa body composition, hasilnya memang turun berat badan namun akhirnya berat badan pun kembali naik. Awalnya saya merasa senang dengan penurunan berat badan dengan metode sederhana, yaitu mencoba mengurangi nasi saja, namun tetap makan lauk seperti biasa. Mulanya semua terasa menyenangkan bahkan bertahan cukup lama, namun karena tidak ada ahli gizi atau dokter yang mengawasi dan memberikan konsultasi, akhirnya saya menyerah ditengah jalan. 


    Kenapa tidak konsultasi gizi dulu sebelum diet? Karena dulu belum familiar dengan konsultasi gizi dan menganggap jika tidak terlalu penting, namun ternyata saya salah. Justru dengan bantuan dokter/ahli gizi, diet akan lebih terarah dan lebih long last. Dulu saat diet tanpa arah, memang hasilnya terlihat namun tidak terarah sehingga badan terasa lemas karena mengurangi karbo tanpa ada ukuran tertentu. Padahal, diet itu tetap membutuhkan karbo dan seluruh makro dan mikro nutrien untuk tubuh. 


    Tahun ini saya memiliki resolusi untuk bisa turun berat badan, tak hanya itu saya ingin tubuh lebih bugar dari sebelumnya. Beruntung, saya diberitahu oleh seorang teman kalau ingin program diet berhasil bisa konsultasi gizi di Primecare Clinic. 


    Berat Badan Stuck? Yuk Ikutan Program Penurunan Berat Badan di Primecare Clinic Jakarta 



    Pernah gagal diet membuat saya mengurungkan niat untuk diet lagi. Bagi saya diet itu menyiksa dan jika mengikuti diet maka otomatis akan kembali ke siklus awal kembali sebelum diet. Mindset inilah yang saya pegang bertahun-tahun sehingga jika seorang teman membujuk untuk berolahraga, maka saya akan tolak mentah-mentah. Dan, ketika seorang teman mengusulkan untuk konsultasi gizi, saya pun berpikir ulang. Kalau dulu diet saya hanya berdasarkan social media, maka kali ini program diet akan dipandu oleh seorang dokter sekaligus ahli gizi. 


    “Kalau gagal gimana dietnya?”


    Kadang pertanyaan ini akan muncul sebelum melakukan konsultasi. Tapi yang membuat saya yakin dengan Primecare Clinic adalah semua program diet ini akan dipandu oleh seorang dokter berpengalaman di bidangnya, yaitu dr. Cut Thalya A.R.,Sp.GK. Primecare Clinic memberikan pilihan jadwal antara Senin, Kamis dan Jumat dari jam 15.00-17.00 WIB. 


    Kebetulan saya pilih hari Senin jam 15.00 WIB karena saya belum memiliki jadwal apapun, termasuk pekerjaan dalam minggu tersebut. Lokasinya cukup strategis di Panglima Polim, dekat dengan area Blok M. Sebelumnya, saya pernah tinggal di area Blok A, sehingga sedikit tahu tentang daerah Panglima Polim. 


    Setelah melakukan reservasi, kemudian akan dihubungi kembali oleh Primecare Clinic, Panglima Polim, Jakarta Selatan. Saat hari yang telah dijadwalkan, saya sengaja bersiap-siap lebih awal karena saya tinggal di daerah Pondok Ranji. Saya menggunakan kereta dari Pondok Ranji menuju ke Stasiun Kebayoran, setelah itu dilanjutkan menggunakan ojek online. 


    Tiba di Primecare Clinic Panglima Polim, saya langsung menuju meja resepsionis. Kebetulan masih ada sekitar 15 menit sebelum jam 15.00, sehingga saya masih bisa mengambil nafas sebelum berkonsultasi. resepsionis kemudian meminta kartu identitas untuk didata terlebih dahulu, sebelum akhirnya dipersilahkan untuk menuju lantai 2.



    Sebelum dilakukan konsultasi, dilakukan pengukuran tinggi badan, berat dan disertai dengan komposisi badan seperti lemak, kadar air, dan komposisi lain menggunakan alat canggih pada saat dilakukan penimbangan badan. 


    Kemudian, saya duduk kembali di ruang tunggu di area tengah di lantai 2. Tak lama kemudian, dokter Cut memanggil nama saya dan mempersilahkan untuk duduk. Jujur, saya agak tegang karena sebelumnya saya belum pernah berkonsultasi masalah kesehatan apalagi masalah gizi. 


    Diet Itu Menyenangkan Kalau Tahu Rahasianya



    “Saya dulu pernah turun berat badan sampai 10 kilogram, dok!” saya menceritakan bahwa dulu saya pernah diet, namun tak bertahan lama hanya sekitar setahun kemudian kembali ke berat badan semula.


    “Kenapa berat badannya kembali ke semula?” dokter Cut sempat menanyakan kenapa diet saya cenderung stuck.


    “Karena saya hanya mengurangi nasi saja, tanpa ada olahraga dan ilmu yang cukup mengenai diet itu, dok.”


    Dokter Cut mengangguk, sepertinya seorang dokter dan ahli gizi sudah paham tentang kondisi tubuh saya setelah ia menunjukan analysis body composition. Dan, hasilnya sangat mengejutkan karena berat badan maupun hasil lainnya pun masih sangat tinggi. 



    Sebagai gambaran, berat badan saya mencapai 108,3 kilogram termasuk sangat gemuk dengan BMI 28,8. Body fat pun termasuk tinggi sekitar 37,3 persen, sedangkan idealnya adalah 25 persen. Sedangkan metabolic age sekitar 57 tahun, sedangkan seharusnya adalah 42 tahun. Tak hanya itu, visceral fat rating pun termasuk sangat tinggi sekitar 20,5 sedangkan seharusnya dibawah 10. Sebetulnya sebelum konsultasi, saya sudah menyiapkan diri untuk menerima hasil-hasil tersebut. 


    “Diet itu bukan hanya makanan saja, tapi pola tidur atau istirahat, olahraga dan stress,” dokter Cut Thalya menjelaskan banyak faktor yang mempengaruhi diet seseorang. 


    Pola makan tak diimbangi dengan pola tidur dan pengelolaan stres yang baik, maka diet tidak akan berjalan bagus, sebaliknya jika pola tidur dan stres baik tapi tidak didukung dengan pola makan dan olahraga pun diet akan berjalan lancar. 


    Dokter Cut pun menyarankan beberapa hal mulai dari pola makan tinggi protein dan serat serta komposisi piring pun seimbang dengan mikro dan makro nutrien. Pola olahraga dan tidur pun harus diperhatikan, dan sebisa mungkin dijadwalkan sesuai dengan kemampuan, jangan memaksakan keadaan tubuh karena tidak semua orang bisa melakukan kegiatan olahraga ekstrem. Dan, terakhir kelola stress dengan baik sehingga bisa terus konsisten menjaga pola makan, tidur dan olahraga secara teratur. 



    “Dokter, sebetulnya saya mengidap insomnia. Jadi saya baru bisa tidur di jam 1 atau 2 pagi. Bagaimana dok?” Saya menanyakan bahwa saya pun mengalami insomia.


    “Pola tidur itu juga sangat pengaruh dengan diet karena membantu metabolisme. Usahakan untuk tidur lebih awal dari biasanya, usahakan untuk tidur satu jam lebih awal dari jadwal biasanya.”


    Baru kali ini saya mendapatkan saran masuk akal dari permasalahan yang selama ini saya hadapi. Diet bukan hanya urusan makan dan olahraga, tapi sudah merupakan bagian pola hidup seimbang satu sama lain. Jadi, jika kamu diet, usahakan untuk mengubah mindset bahwa ini adalah perubahan pola hidup yang telah dijalani beberapa bulan bahkan beberapa tahun belakangan ini. 



    Akhirnya saya memahami, bahwa diet itu sama saja mengubah pola hidup termasuk pola makan, istirahat, olahraga bahkan harus siap mengelola stress karena dengan pola hidup tersebut maka diet akan terus konsisten seumur hidup.


    Nah, kalau kamu mau konsultasi juga sama dr. Cut Thalya A.R.,Sp.GK bisa ambil paket konsultasi gizi di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sangat direkomendasikan, terutama jika Anda sedang kelebihan berat badan/obesitas dan ingin menurunkan berat badan.



    Lokasi Primecare Clinic Panglima Polim, Jakarta Selatan


    Continue Reading

     

    Sebuah mobil melintas di jalan Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur. Di pinggir jalan, seorang ibu mengais botol plastik dan kardus dari tumpukan sampah, lalu memasukkannya ke dalam gerobak kayu yang sudah tampak usang. Anak laki-laki yang ikut bersamanya duduk di atas gerobak sambil memperhatikan botol-botol yang dikumpulkan ibunya.

    Pemandangan seperti ini dulu menjadi bagian dari keseharian warga Kampung Sumur. Memulung menjadi salah satu cara keluarga mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun di balik aktivitas tersebut, ternyata ada persoalan lain terkait pendidikan dan pengasuhan anak.

    “Dahulu masalahnya sangat kompleks, bahkan hampir 90 persen permasalahannya adalah penelantaran dan salah pengasuhan anak. Bahkan saat memulung, anak-anak sengaja dibawa untuk mengharapkan belas kasihan,” Ujar Pak Endang  saat di temui di Sekretariat Swara Hijau Farm, Klender, Jakarta Timur. 

    Semua berawal di tahun 2015, Yayasan Swara Peduli mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam program pendampingan bagi para pemulung dari Kementerian Sosial di kawasan Pemulung di Jakarta Timur. 

    Bapak Endang Mintarja menceritakan prosesnya dimulai dengan melakukan asesmen terhadap para pemulung dan keluarga mereka yang berdomisili Kampung Sumur, Jakarta Timur. Kemudian, Yayasan Swara Peduli menyewa sebuah tempat yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti Weekend ceria, setiap Sabtu dan Minggu. Awalnya, kegiatan tersebut banyak diisi dengan aktivitas untuk anak-anak, menghadirkan ruang belajar dan bermain di tengah keseharian mereka.

    “Saat relawan datang untuk mengajar anak-anak, kondisi jalanan masih berupa tanah. Dan, saat hujan akhirnya berubah menjadi kubangan lumpur,” Cerita Pak Endang mengenang saat awal-awal perjuangan. 

    Tak hanya pendidikan, kondisi jalanan pun sangat memprihatinkan. Saat hujan turun, jalanan berubah menjadi kubangan lumpur bercampur dengan sampah-sampah. Tak hanya itu, instalasi listrik dan internet pun masih belum menyentuh Kampung Sumur.

    “Program ini untuk memutus mata rantai masalah pendidikan di Kampung Pemulung. Kini 90 persen anak-anak sudah bersekolah, bahkan 10 anak pun mendapatkan beasiswa biaya pendidikan,” Ungkap Pak Endang bangga. 

    Kampung Pemulung kini tak lagi sama, setelah anak-anak yang dulu berada di gerobak-gerobak sampah itu telah mengenakan seragam sekolah serta menenteng tas dan buku. Kini hanya tinggal 10 persen anak-anak yang belum mengenyam bangku pendidikan. Bahkan 10 anak diantaranya kini mendapatkan beasiswa pendidikan dengan pemenuhan kebutuhan sekolah dan pembayaran SPP bagi anak di sekolah swasta. 

    Setelah kegiatan pendidikan berdampak pada anak-anak, kemudian donasi berdatangan dan kemudian didirikan sekretariat. Tak lama kemudian, lahan pun bertambah dan kemudian dimanfaatkan sebagai kandang ayam, budidaya maggot dan kebun sayur hidroponik serta kolam ikan. 

    Dari Gagal Panen hingga Menjadi Percontohan Urban Farming

    Inisiasi dimulai dengan pelatihan budidaya tanaman dan ikan dalam ember. Instalasi dengan media ember tersebut terdiri dari tanaman kangkung di atas dan kemudian di bawahnya terdapat ikan lele. Sekitar 50 instalasi ember untuk dibudidayakan di rumah masing-masing, namun kenyataanya hanya 50% yang berhasil. Dan, kemudian mulai saat itu, instalasi tersebut dipusatkan di sekretariat Yayasan Swara Peduli, dan saat itulah cikal bakal Swara Hijau Farm didirikan. 

    “Setelah mendapatkan over lahan di belakang sekretariat, kemudian dikembangkan lagi menjadi kandang ayam, maggot, kebun hidroponik, dan kolam ikan,” Pak Endang membeberkan bagaimana Swara Hijau Farm bermula. 

    Pada awalnya, warga Kampung Pemulung sempat bingung dengan metode pertanian ini. Biasanya dari hasil memulung, warga bisa mendapatkan upah harian sehingga bisa menyambung hidup. 

    Sedangkan budidaya tanaman dan ikan membutuhkan waktu mulai dari menanam, menyiram, merawat baru kemudian panen sehingga membutuhkan waktu beberapa minggu bahkan berbulan-bulan untuk bisa menikmati hasil jerih payahnya. Namun, berjalannya waktu warga mengerti bahwa dibutuhkan waktu untuk membudidayakan sehingga tercipta kesabaran dalam menghasilkan pundi-pundi ekonomi.

    Di tengah pandemi Covid-19 pada 2020, Pak Endang memberanikan diri mencoba menanam melon. Pengetahuannya saat itu masih terbatas. Ia pun belajar secara otodidak, mulai dari menonton video di YouTube hingga membaca berbagai laman tentang pertanian organik dan perikanan.

    Tidak semuanya berjalan mulus. Namun, dari mencoba, gagal, lalu mencoba lagi, perlahan Pak Endang mulai memahami bagaimana merawat tanaman melon hingga akhirnya menemukan cara yang tepat untuk menghasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik.

    Swara Hijau Farm kemudian mendirikan greenhouse untuk penanaman melon pada tahun 2021. Sebelum akhirnya, mendapatkan bantuan dari BUMN untuk lahan green house seluas 132 meter pada tahun 2022, sebagai lahan untuk menanam melon dengan metode hidroponik. Melon dipilih dengan berbagai pertimbangan, salah satunya masa tanam dan panen tidak terlalu lama sekitar 2-3 bulan tergantung dari cuaca. 

    "Banyak perjalanannya dan banyak pula kegagalannya. Mulai dari melon rasa timun, rasanya hambar. Dan, kemudian akhirnya mulai meracik nutrisi sehingga melonnya pun kini mencapai brix 15-16 dengan tingkat kemanisan cukup tinggi," Pak Endang mengungkapkan perjalanan dari kegagalan berbuah manis. 

    Perjalanan Swara Hijau Farm tidak berhenti pada keberhasilan membudidayakan melon. Kini, kebun ini telah berkembang menjadi model percontohan dan memiliki sejumlah mitra, salah satunya Sentra Mulia Jaya di Pasar Rebo yang mengembangkan melon, sayuran hidroponik, dan budidaya ikan.

    Dari Memulung hingga Menanam Harapan di Swara Hijau Farm

    Lisna Marida, seorang pengurus kelompok tani Swara Hijau Farm mengantarkan kami ke sebuah greenhouse. Lokasinya tak jauh dari sekretariat, hanya berjalan beberapa puluh meter saja. 

    “Warga di kampung pemulung ini sangat beragam, ada dari Jawa, Sunda, Bugis,” ujar Lisna sambil berjalan menuju greenhouse. 

    Greenhouse berukuran 40-50 meter itu berdiri di tengah kampung pemulung. Tak hanya greenhouse, di lahan berukuran sekitar 132 meter itu digunakan sebagai bank sampah. Bank sampah digunakan untuk menampung sampah-sampah dari warga.

    “Sampah-sampah itu di tabung di bank sampah. Warga memang sengaja menabung sampah agar pada saat hari besar bisa ditarik,” ucap Lisna menunjukan botol-botol air mineral yang menumpuk di bank sampah. 

    Walaupun masih memulung, sebagian warga sengaja menabung sampah di Bank Sampah Swara Cipta Mandiri sebagai bagian komitmen menabung. Warga biasanya mengumpulkan sampah-sampah kemudian menabungnya di bank sampah. Setelah beberapa bulan, warga bisa mencairkan dana segar untuk kebutuhan tertentu seperti Lebaran atau hari besar lainnya. 

    “Melon itu seperti manusia, jadi sambil memetik daun dan mengawinkan biasanya diajak berbicara,” gurau Lisna sambil menunjukan tanaman melon di greenhouse.

    Tak lama kemudian, seorang wanita berpakaian batik menuju ke greenhouse. “Nah ini dia yang merawat melon di greenhouse ini,” Lisna menyambut seorang warga yang bertugas di greenhouse tersebut.

    "Kalau memulung itu 3 kali pekerjaan jadi bisa seharian. Kalau di Swara Hijau Farm pekerjaannya hanya pagi dan sore saja, sehingga banyak waktu luang untuk beristirahat," ucap Ibu Wasriyah menceritakan kehidupannya sebelum bergabung dengan Swara Hijau Farm. 

    Selama sekitar 20 tahun tinggal di Kampung Pemulung, Wasriyah terbiasa menghabiskan hari dengan memulung. Pekerjaan itu membuat waktunya hampir seluruhnya tersita, karena harus dilakukan beberapa kali dalam sehari untuk mendapatkan penghasilan yang cukup.

    Perubahan mulai dirasakan ketika ia bergabung dengan kelompok tani Swara Hijau Farm sekaligus menjadi anggota bank sampah. Sejak masa pandemi Covid-19, Wasriyah mulai belajar berbagai kegiatan dari budidaya melon, maggot, ayam hingga ikan.

    “Saya senang bisa bergabung, saya bisa bertemu dengan teman-teman. Dan, kemudian akhirnya saya berhenti mulung,” tutur Wasriyah.

    Kini, rutinitasnya pun berubah. Jika memulung bisa membuatnya bekerja hingga seharian, aktivitas di Swara Hijau Farm cukup dilakukan pada pagi dan sore hari. Ada waktu yang lebih banyak untuk beristirahat sekaligus melakukan aktivitas lainnya.

    Bagi Wasriyah, bergabung dengan Swara Hijau Farm bukan sekadar berpindah pekerjaan. Ia menemukan lingkungan baru, belajar keterampilan baru, dan perlahan menemukan cara berbeda untuk menjalani kehidupan di kampung yang selama ini menjadi rumahnya.

    Tak hanya Wasriyah, namun sekitar 35 orang dari  400 Kepala Keluarga di RT 4 dan RT 7, Kampung Sumur, telah bergabung bersama Swara Hijau Farm. Warga dibagi dalam beberapa kelompok dan secara bergantian melakukan pengelolaan budidaya melon, maggot, ayam hingga ikan.  

    “Memang tidak semua warga bergabung di Swara Hijau Farm, hanya sekitar 35 orang dan itu pun dilakukan seleksi sebelumnya,” cerita Pak Endang.

    Warga kelompok tani pun secara bergantian mengelola, bahkan untuk menunjang performanya dilakukan absensi. Kelompok tani paling rajin pun akan mendapatkan penghasilan lebih banyak berdasarkan kehadiran dan hasil panen yang didapat. 

    Ketika Bertani Mulai Naik Kelas Bersama Yayasan Astra - YDBA

    "Pernah dibalikin 20 kg karena layu sayurnya, tidak sesuai dengan spek. Dan, kemudian dikembalikan setelah 3 hari. Akhirnya dibagikan ke warga sekitar," kenang Pak Endang pada saat salah dalam pengelolaan sayuran.

    Semenjaka tahun 2023, Suara Hijau Farm telah menjalin kemitraan dengan United Tractors sebagai bagian dari Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra. Dukungan yang diberikan meliputi pengembangan kapasitas untuk memperluas UKM hidroponik, keuangan digital, penerapan 5R, serta metode business model canvas.

    "Selama ini kita terpaku dengan produknya, dan pada terjadi kesulitan saat produk tidak sesuai dengan spek karena suplier sangat selektif sekali. Pada saat itu, kami hanya  terfokus produk jadi banyak sekali kerugian. Kemudian, di scale-up untuk diversifikasi serta memperluas bisnis dengan berbagai jenis bisnis," Pak Endang menjelaskan permasalahan bisnisnya. 

    Berkaca dengan permasalahan bisnis tersebut, Swara Hijau Farm kemudian perlahan-lahan mulai membenahi pengembangan kapasitas bisnis hingga manajemen dengan bimbingan Yayasan Astra - YDBA. Mulai dari penerapan pengelolaan keuangan secara digital, penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), hingga penerapan metode  business model canvas sehingga bisnis bisa dijelaskan dalam 1 lembar kerangka. 

    “Resiko sayuran dikembalikan itu berkurang signifikan sekitar 30-40 persen dari sebelumnya,” jelas Pak Endang Mintardja setelah melakukan berbagai perbaikan manajemen. 

    Kini Swara Hijau Farm mampu menghasilkan omzet sekitar 4-5 juta per bulan dari berbagai macam produk dengan siklus penghasilan berbeda. Telur ayam misalnya, bisa memberikan pemasukan harian. Sayuran hidroponik menghasilkan pendapatan bulanan, sementara maggot dapat dipanen dan dijual setiap minggu. Untuk melon dan ikan, masa panennya sekitar tiga bulan. 

    Masing-masing punya peran, Maggot, misalnya, dijual sekitar Rp5.000 per kilogram. Namun, setelah memperhitungkan biaya pakan dan kebutuhan lainnya, nilai jualnya belum terlalu besar. Karena itu, maggot tidak hanya dijual begitu saja, tetapi diolah menjadi pelet agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

    Begitu juga dengan budidaya ikan, Swara Hijau Farm memiliki delapan kolam dengan kapasitas sekitar 2.000 ekor ikan. Dalam satu periode, hasil panennya bisa mencapai sekitar 2 kuintal atau 200 kilogram, menyesuaikan permintaan.

    Ke depan, pengembangan tidak berhenti pada penjualan ikan segar. Salah satu yang sedang didorong adalah produk olahan seperti ikan marinasi. Produk ini dinilai memiliki peluang perputaran modal yang lebih baik karena bisa dijual dalam bentuk yang memiliki nilai tambah.

    Rencananya, tambahan modal akan digunakan untuk menyediakan freezer sebagai tempat penyimpanan ikan marinasi sekaligus mendukung distribusi. Para ibu juga akan dilibatkan dalam penjualan secara berkeliling, dengan target sekitar 10 kilogram per orang.

    Dengan modal sekitar Rp30.000-Rp35.000 per kilogram, produk tersebut ditargetkan memberikan margin sekitar Rp10.000-Rp15.000 per kilogram. Bagi Swara Hijau Farm, pola seperti inilah yang ingin terus dikembangkan bukan hanya menghasilkan produk, tetapi mengolahnya agar nilai ekonominya bertambah dan perputaran usaha bisa terus berjalan.

    “Kita bisa bermanfaat bagi orang lain itu membuat saya bahagia. Bisa melibatkan warga pemulung disini, bisa beraktivitas dan menghasilkan penghasilan tambahan, itu yang membuat saya bahagia,” kata Pak Endang berkaca-kaca. 

    Bagi warga Kampung Sumur, Swara Hijau Farm bukan sekadar tempat menanam melon, sayuran, memelihara ikan, atau mengolah maggot. Di tempat ini, warga yang sebelumnya menggantungkan hidup dari memulung mendapatkan ruang untuk belajar, beraktivitas, dan memperoleh penghasilan tambahan. Ke depan, Swara Hijau Farm bersama United Tractors dan Yayasan Astra - YDBA juga diarahkan untuk berkembang menjadi ruang edukasi urban farming yang dapat dikunjungi pelajar, guru, mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum. 

    Dari Pendampingan, UMKM Tumbuh dan Berdaya

    Bagi Bapak William Soeryadjaya, membangun perusahaan tidak berhenti pada bagaimana sebuah bisnis tumbuh dan menghasilkan keuntungan. Ada cita-cita yang lebih besar, yaitu menjadikan Astra seperti pohon rindang yang memberi manfaat bagi banyak orang. Pohon yang akarnya kuat, tumbuh semakin besar, menghasilkan buah, sekaligus menyediakan tempat bagi orang lain untuk berteduh dan berkembang.

    Gagasan tentang kebermanfaatan tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan Astra melalui empat pilar, yaitu Astra Hijau, Astra Sehat, Astra Cerdas, dan Astra Kreatif. Di dalam Astra Kreatif, perhatian diarahkan pada bagaimana potensi yang ada di masyarakat dapat dikembangkan menjadi peluang yang memberikan nilai ekonomi.


    Semangat itulah yang salah satunya dijalankan melalui Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Ketua Yayasan Astra - YDBA, Rahmat Samulo, menjelaskan bahwa YDBA menjalankan pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan untuk membantu UMKM tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan. Pendekatan ini membuat pembinaan tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga membekali UMKM dengan kemampuan mengelola dan mengembangkan usaha. Berbagai tantangan yang muncul pun dihadapi melalui kolaborasi bersama berbagai pihak. 

    Hingga 2025, terdapat sebanyak 2.030 UMKM yang mengikuti program pembinaan Yayasan Astra - YDBA dengan penyerapan sebesar 4.674 tenaga kerja . UMKM binaan itu tersebar di seluruh wilayah di Tanah Air, menandakan luasnya jangkauan serta dampak nyata yang dihasilkan.

    Bagi warga Kampung Sumur, pembinaan tersebut membantu mereka belajar menghadapi persoalan usaha, mulai dari menjaga kualitas produk hingga mencari peluang pasar baru. Dari budidaya sayuran, melon, ikan, telur, pengolahan maggot, hingga rencana produk ikan marinasi, Swara Hijau Farm terus mengembangkan sumber pendapatan yang melibatkan warga. 

    Inilah semangat “berikan kail, bukan ikan” yaitu membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mengelola usaha agar dapat terus menghasilkan dan berkembang secara mandiri diatas kaki sendiri. 


    Continue Reading
    Older
    Stories
    Logo Komunitas BRT Network
    Seedbacklink
    Intellifluence Herd Worth Value: $165

    Search

    Follow Me

    • facebook
    • twitter
    • youtube
    • instagram

    New Post

    Postingan Populer

    • Sebelum Diet, Yuk Konsultasi Gizi dan Body Composition Analysis di Primecare Clinic Jakarta
    • Menanam Harapan di Tengah Sampah, Perjuangan Swara Hijau Farm di Kampung Pemulung
    • Menjaga Mangrove dan Sumber Pangan, Inspirasi Ketahanan Pangan dari Raja Ampat
    • Punya Banyak Kucing? Begini Cara Menghemat Biaya Perawatan Tanpa Mengorbankan Kesehatannya
    • Kalau Bantuan Berhenti, Sudah Siapkah Berdiri Sendiri? Belajar dari Kongres Kemandirian Dompet Dhuafa 2026
    • Dari Kuala Lumpur ke Hatyai, Lalu Menemukan Penang Sekali Lagi
    • Mudahnya Membuka Tabungan Online
    • 5 Cara Tampil Modis Dan Trendy
    • Top Up ML Terbaik, Termurah, Tercepat: Cara Memilih yang Aman dan Worth It
    • Menemukan Harta Karun di Belakang Seniman Pangan Cafe

    Blog Archive

    • ▼  2026 (22)
      • ▼  Oktober (2)
        • Top Up ML Terbaik, Termurah, Tercepat: Cara Memili...
        • Sebelum Diet, Yuk Konsultasi Gizi dan Body Composi...
      • ►  September (3)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2025 (32)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (4)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2024 (52)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (7)
      • ►  Oktober (8)
      • ►  September (4)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2023 (68)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (8)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (8)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (7)
      • ►  Maret (8)
      • ►  Februari (6)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2022 (75)
      • ►  Desember (14)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (12)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (4)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (12)
      • ►  Maret (6)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2021 (38)
      • ►  Desember (4)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (4)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (7)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2020 (25)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (53)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (4)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (7)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (3)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (8)
    • ►  2018 (83)
      • ►  Desember (9)
      • ►  November (8)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (8)
      • ►  Agustus (13)
      • ►  Juli (6)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (8)
      • ►  April (9)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2017 (36)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  Agustus (6)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2016 (41)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (4)
      • ►  September (3)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (7)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2015 (63)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (11)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (7)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (6)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2014 (11)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2013 (5)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
    • ►  2010 (1)
      • ►  Desember (1)

    Blogger Friend

    • BLOGFAM – When Sharing Meets Caring
      Jangan Biarkan Maestro Pergi Sendirian: Seruan Hari Kebudayaan 17 Oktober
      11 jam yang lalu
    • HM Zwan
      Ngopi Sore dengan Pemandangan Cantik di Pentuk View Coffee & Resto Tawangmangu
      1 hari yang lalu
    • - Connect and Share Blogging Tips in Two Languages
      Windows 10 Security Updates Now Run to October 2027: How to Enroll in ESU and What to Do Next
      1 hari yang lalu
    • The TraveLearn
      Memaksimalkan Value Kartu Kredit Sesuai Spending Pattern Anda
      1 hari yang lalu
    • Blognya bisot
      Kebaikan Tidak Membutuhkan Tepuk Tangan
      1 hari yang lalu
    • YOGA AS YOGGAAS
      Apa yang Dikatakan sang Kepala Pelayan
      2 hari yang lalu
    • Small Things, Kecil Tapi Penting :)
      Top Up ML Terbaik, Termurah, Tercepat: Cara Memilih yang Aman dan Worth It
      2 hari yang lalu
    • My Life My Style
      Pengalaman MCU sembari Traveling di Gleneagles Hospital Kota Kinabalu
      1 minggu yang lalu
    • Blog Bukunya Kimi | Banyak-banyaklah Membaca. Biar Pintar.
      Sebuah Perjalanan Panjang
      1 minggu yang lalu
    • fitrian.net
      Serunya Make Your Own Skincare di Wardah Skinverse
      2 minggu yang lalu
    • Langkah Baruku
      Tips Memilih Jasa Pasang Lift Rumah yang Tepat untuk Kenyamanan dan Keamanan
      3 minggu yang lalu
    • Menuliskan Sebelum Terlupakan
      ASUS Pamerkan Laptop Tahan Banting di Blogger & KOL Gathering Yogyakarta
      4 minggu yang lalu
    • Cerita EKA
      Stamp Travel Memory: Panduan Rute Stamp Hunting di Jakarta
      4 minggu yang lalu
    • Mampir yuk, kerumahku
      Kenapa Harus Belajar Bahasa Inggris? Ini Manfaatnya untuk Kehidupan Kamu
      5 minggu yang lalu
    • Ika Koentjoro
      Travel Armor Case Bag: 7 Proven Tips to Avoid Costly Packing Mistakes
      5 minggu yang lalu
    • WHEN IT'S ONLY JG & AST
      Yang Berubah Sejak Pulang Haji
      1 bulan yang lalu
    • BlogCamp
      How to Choose the Best Headhunter Company Indonesia
      1 bulan yang lalu
    • SALAMINZAGHI
      Hai. Aku Kembali.
      1 bulan yang lalu
    • punyapista
      3 Skill Sederhana yang Menentukan Sukses Gagalnya Seorang Mediator
      1 bulan yang lalu
    • Life begins at 30...
      Pulang Kampung 2026
      1 bulan yang lalu
    • Melfeyadin
      Gejala Mata Kering Bikin Nggak Nyaman
      2 bulan yang lalu
    • Berbagi Cerita
      Tips Memilih Kipas Angin yang Awet dan Ramah di Kantong
      2 bulan yang lalu
    • tindak tanduk arsitek
      lampau melekat dari angkor wat
      2 bulan yang lalu
    • ..:: ntan™ | bunga dengan nama terbuka
      Surat untuk Kamu, dan Diriku
      3 bulan yang lalu
    • Lucia Priandarini
      Ketika Anakku Bisa Mengalahkanku, Aku Menang*
      3 bulan yang lalu
    • Akhmad Muhaimin Azzet | mari bersama menggapai ridha-Nya
      Akan Datang Rezeki dari Arah yang Tidak Disangka
      4 bulan yang lalu
    • Jurnal Evi Indrawanto
      Menikmati Iskender Kebab di Yüce Hünkâr, Sensasi Kuliner yang Legendaris di Bursa
      4 bulan yang lalu
    • Motherhood
      Panduan Menggunakan WhatsApp BCA di 08111500998 untuk Cek Tagihan Kartu Kredit
      5 bulan yang lalu
    • My Purple World
      Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 7 Jeddah
      5 bulan yang lalu
    • desperate housewife
      Postingan Terakhir
      5 bulan yang lalu
    • Tukang Ngukur Jalan
      Stop Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), Ayo Ikut Andil Mengubahnya!
      6 bulan yang lalu
    • Indah Julianti
      17 Channel YouTube Favorit Perempuan 50 Tahun Plus
      7 bulan yang lalu
    • Write Your Diary
      Ghibli vs Disney: Why They Are Nothing Alike
      7 bulan yang lalu
    • ge[n][d]ud BlogPacker
      Akurasi Pers vs Kecepatan Media Sosial
      8 bulan yang lalu
    • Kimi's Cool Blog
      Kembali Mengkristik
      8 bulan yang lalu
    • Pipit Widya
      Random
      9 bulan yang lalu
    • Shintaries
      Welcome 2026!
      9 bulan yang lalu
    • The Shymphony Of EKA
      Dubbing Film di Mall, Apa Rasanya?
      9 bulan yang lalu
    • Putrinyanormal
      Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
      1 tahun yang lalu
    • Herdis Suryatna | Pengalaman adalah guru yang terbaik
      Sewa Hiace Luxury Harga Terjangkau dan Nyaman di Bandung dan Ciamis
      1 tahun yang lalu
    • Rumah Mayaku
      Ada Apa Di Balik Cerita "Lauk Daun"?
      1 tahun yang lalu
    • pemainkata | sekadar bilik kecil pecinta kata
      Humor Konyol Kata Kata Bijak Lucu: Obat Ampuh Untuk Hidup
      1 tahun yang lalu
    • my story
      Saat Mata Kering Mengganggu Aktivitas Kerja, Insto Dry Eyes Solusinya
      1 tahun yang lalu
    • Macangadungan
      Microsoft is bringing cloud gaming to Xbox consoles later this year
      1 tahun yang lalu
    • udafanz[dot]com
      Strategi SEO untuk Meningkatkan Prospek Bisnis Anda
      1 tahun yang lalu
    • Linda Leenk - Little Part of My Life
      2024 Fellowship Journey
      1 tahun yang lalu
    • Dunia Kecil Indi
      Surat untuk Mika di Surga (Hari AIDS Sedunia)
      1 tahun yang lalu
    • Gembul Kecil Penuh Debu
      Mangut Iwak Wader ❤
      1 tahun yang lalu
    • Wira Nurmansyah
      Discovering Macao: A Unique Fusion of East and West
      2 tahun yang lalu
    • Sisi Hidupku
      Apa Kabar Senin Pagi
      2 tahun yang lalu
    • Lianny Hendrawati
      Resep Mini Banana Choco Cake Tanpa Mixer
      2 tahun yang lalu
    • a Dreamer - Travelographer - Food Adventurer - Travel Blogger
      Mau Liburan ke Vietnam? Catat 5 Tips Berikut!
      2 tahun yang lalu
    • Una Vida Escrita de la Una
      Bye Bye My Friend
      2 tahun yang lalu
    • every mom has a story
      Sastra masuk sekolah, mana buku sastra yang layak dibaca pelajar SMA, mana yang tidak?
      2 tahun yang lalu
    • Mira Sahid
      Hati Seperti Kertas
      2 tahun yang lalu
    • Cokelat Gosong
      Jangan Biarkan Usia Membatasimu, Stay #AgelessLimitless with ERHA ULTIMATE
      2 tahun yang lalu
    • DISGiOVERY
      Keindahan Pantai Pasir Kencana Pekalongan yang Memukau
      2 tahun yang lalu
    • Catatan Perjalananku
      Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
      3 tahun yang lalu
    • Redcarra
      PLTS: Membangun Masa Depan Bersih dan Berkelanjutan
      3 tahun yang lalu
    • Ratu de Blog
      Rekomendasi Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan
      3 tahun yang lalu
    • Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik » Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik
      Over 50 Dating – Finding a Good Online Dating Site for You
      3 tahun yang lalu
    • suarane.org
      Kere-Aktif
      4 tahun yang lalu
    • SimBale - Download Software Gratis
      AVG Anti-Virus 22.8.7500
      4 tahun yang lalu
    • backpackstory
      Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
      4 tahun yang lalu
    • Cinta Teknologi
      Router Static Berbasis CLI di Cisco Packet Tracer - Cinta Teknologi
      4 tahun yang lalu
    • Sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane
      Top 10 Satisfactory Depended On Loose Bitcoin Cloud Mining Websites Without Investment Of 2021 – The Bharat Specific News
      4 tahun yang lalu
    • Dunia Senja
      Catatan Hati Penghujung Tahun 2021
      4 tahun yang lalu
    • Blog - Lucedale.
      Dearest: New Post
      5 tahun yang lalu
    • #FDCG
      bye 🌻
      5 tahun yang lalu
    • jinjinger
      Kompleks
      5 tahun yang lalu
    • Jefferson's Stage.
      The Diplovemat
      5 tahun yang lalu
    • Nova Wijaya
      Sebelum Mulai Investasi Online, Yuk Pahami 5 Cara Aman Berinvestasi Berikut Ini
      5 tahun yang lalu
    • Resep Kuliner Indonesia dan Dunia
      Karedok Leunca
      6 tahun yang lalu
    • Dian Kelana
      Lindungi Keluarga Kita dengan Antiseptik.
      6 tahun yang lalu
    • Garis Horizon
      Apakah benar semua akan baik-baik saja?
      6 tahun yang lalu
    • .: adie DOES :.
      Sendirian di Uchisar Castle
      6 tahun yang lalu
    • Kehidupan Di Jepang
      Main Snowboard
      6 tahun yang lalu
    • Kaleng Harapan » Kamera Lubang Jarum
      3 Fakta dibalik Promo 12.12
      6 tahun yang lalu
    • Stay Hungry. Stay Foolish
      Rindu Budaya Ilmu
      6 tahun yang lalu
    • Dunia Iwok
      [Family Vacation] Menikmati Petik Apel di Kota Batu Malang - Part 4
      6 tahun yang lalu
    • Pemimpi Hujan
      Nyobain 6 Menu Terbaru Horison Ultima Ratu
      6 tahun yang lalu
    • Dija Princess
      Jelajah Desa Galengdowo
      7 tahun yang lalu
    • Fardelyn Hacky
      Setop Stigma Orang dengan Gangguan Jiwa
      7 tahun yang lalu
    • Taqorrub.com
      new chair
      7 tahun yang lalu
    • Bangsari
      Nahdliyyin Yang Bersujud Di Hadapan Yesus
      7 tahun yang lalu
    • Donna Imelda
      Bebas Komedo dan Bekas Jerawat dengan Sabun Herbal Banana Peel Carbon
      7 tahun yang lalu
    • Keluarga Haripahargio
      REPLACED
      7 tahun yang lalu
    • Blog Adi Nugraha
      Wisata Alam yang Menakjubkan di Sulawesi Utara
      7 tahun yang lalu
    • All of Putri (¬.¬)ƪ_(˘⌣˘'!)
      I wanna asking...
      7 tahun yang lalu
    • A HOUSEWIFE'S DAY OUT
      Vincent van Gogh, just my simple thought.
      7 tahun yang lalu
    • Natureve Shop
      Istri Marah Karena Terlalu Cepat Ejakulasi? Pake Ini Biar Gagah
      7 tahun yang lalu
    • BETOIJO
      GOD'S MIRACLE: I GOT A NEW JOB!
      7 tahun yang lalu
    • Ninik Setyarini
      [Bukan Sinopsis] Bohemian Rhapsody
      7 tahun yang lalu
    • TGIF! Magazine
      Kereta Hantu Pagi Hari
      7 tahun yang lalu
    • fanabis
      Craftsman Style Kitchen Faucet
      7 tahun yang lalu
    • lalank pattrya dan hal random lainnya.
      Ngatain Mereka Disini
      7 tahun yang lalu
    • Galaksi Pungky
      Review: Sakura Collagen Cream Anti Age's, Siap Menua dengan Kulit Bahagia!
      8 tahun yang lalu
    • Aksaraku
      Rasakan Indahnya Malam Pertama di Bali Itu Mudah dan Murah, Begini Caranya
      8 tahun yang lalu
    • Aulia Fasya
      Masa Lalu dan Jejak Digital
      8 tahun yang lalu
    • Anisa AE
      Penyebab Ibu Kandung Aniaya Bayi Calista
      8 tahun yang lalu
    • Narzis Blog
      Ayo Move On!
      8 tahun yang lalu
    • Beby's Diary
      Ayang-Ayangan di Depan Umum
      8 tahun yang lalu
    • sketsa hati
      Visit Zugspitze from Munich by Train
      8 tahun yang lalu
    • Ca Ya
      Yang Tidak Biasa dari Nikahan Incess Ca Ya
      8 tahun yang lalu
    • A Border that Breaks
      Janus dalam Mozaik-Mozaik Kecil
      8 tahun yang lalu
    • irhapunya
      #PontianakTrip : Menjelajah Rasa dengan Kuliner Pontianak
      8 tahun yang lalu
    • Tulisanku
      Begini Cara Memindahkan Data dari Blogdetik ke WordPress
      8 tahun yang lalu
    • Bibi Titi Teliti
      Menyongsong Masa Depan Digital bersama CBN
      8 tahun yang lalu
    • HELLO!
      9 Teknik Dasar Yang Harus di Kuasai Dalam Permainan Tenis Meja
      9 tahun yang lalu
    • Catatan Anazkia
      Gerbong Wanita, Tak Semenyeramkan yang Dikira
      9 tahun yang lalu
    • My Daily Notes
      Berbagi Inspirasi
      9 tahun yang lalu
    • Ruang Emak
      SO GOOD Ayam Potong Kuah Cabe Hijau, Sajian Spesial Di Hari Lebaran
      9 tahun yang lalu
    • eithea
      My Favorite Time of in day
      9 tahun yang lalu
    • Rianda Prayoga Blog
      Ngabisin Uang THR, Kenapa Gak?
      9 tahun yang lalu
    • Blog Anak Nelayan
      Blog Gak Pernah Update
      9 tahun yang lalu
    • Jalan Pendaki
      Annapurna Basecamp Series: Drama Pertama Menuju Tanah Dewa-Dewa Himalaya
      9 tahun yang lalu
    • Netnesia
      Telkom Buka Pemblokiran Netflix
      9 tahun yang lalu
    • Widaku.com
      Temukan Sunscreen Yang Baik Untuk Wajah Disini
      9 tahun yang lalu
    • Perjalanan Tak Berujung
      Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
      9 tahun yang lalu
    • Gulanya Gulali
      Ingin Menghemat Pengeluaran? Gunakan Jasa Catering Aja!
      9 tahun yang lalu
    • Travel Diary
      Si Yaki dan Tarsius Bitung yang menggemaskan
      10 tahun yang lalu
    • Jendela Keluarga
      Pentingnya Mengembangkan Kecerdasan Sosial
      10 tahun yang lalu
    • Ayu Saritem Blog
      Cara Membuka Aura Kecantikan Bagi Wanita Hamil
      10 tahun yang lalu
    • mata buku indri
      Review: Trilogi Insiden
      10 tahun yang lalu
    • Arsitektur Dunia | Gallery Arsitektur Dunia
      Lorem ipsum dolor sit amet
      10 tahun yang lalu
    • when journalist becomes backpacker
      THE FACE OF TERRACOTTA, CHINA
      10 tahun yang lalu
    • Jurnal Mira Sahid | Emak Blogger
      That Moment!
      10 tahun yang lalu
    • Jejak BOcahiLANG
      Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
      10 tahun yang lalu
    • aksara senandika | Sedikit noktah kehidupan
      Aku Sedang Malas
      10 tahun yang lalu
    • Petrus Andre Blog
      10 Hal yang Harus Dilakukan agar Blog Kamu Lebih Menghasilkan
      10 tahun yang lalu
    • Nicegreen
      Allah Menegurku Dengan Syaraf Kejepit
      10 tahun yang lalu
    • Wuri Nugraeni | Reporter, Menulis, dan Wisata
      Pindah Rumah ke wurinugraeni.com
      10 tahun yang lalu
    • AGIASAZIYA
      PAKSAISME
      11 tahun yang lalu
    • Controversy
      Less is More dalam Kumpulan Cerita
      11 tahun yang lalu
    • SECAWANKOPISENJA
      [Flash Fiction] PURA-PURA PULANG
      11 tahun yang lalu
    • Febry Hadinata WordPress
      Jogja x Dieng x Solo Part 1
      11 tahun yang lalu
    • Saoscabe.com | Website Humor Indonesia
      Fakta Kota Tembung
      11 tahun yang lalu
    • Albarnation
      Mau Kredit Motor ? Di Cermati.com Aja
      11 tahun yang lalu
    • Makhluk Kecil
      Pindah
      11 tahun yang lalu
    • Ahmad Rafiq Chaniago
      Pameran Seni Rupa Lima Jari
      11 tahun yang lalu
    • Melihat Dunia
      Before I Die I Want...
      11 tahun yang lalu
    • Catatan Ruslan
      Satu Jam Menyusuri Sungai Kahayan
      11 tahun yang lalu
    • .:: Nhie ::. | Just another WordPress.com weblog
      Noda Makanan di Pakaian
      11 tahun yang lalu
    • The Dusty Sneakers
      Memori
      11 tahun yang lalu
    • Beautify Me
      Etude House Etoinette Princess Pouch
      13 tahun yang lalu
    • yosbeda
    • Chronosphere
    • hidayah-art.blogspot.co
    • zubaid.ID
    • Tukangecuprus
    • Arian's Blog
    • Benablog - Cerita Si Benakribo
    • Jogja Ready
    • Angga Ong
    • yandi punya cerita
    • Jejaring Miss Fenny
    • pegipegi.com: Pesan Hotel & Tiket Pesawat Termurah Online
    • BlogS of Hariyanto
    • Catatan Kartina
    Perlihatkan 5 Perlihatkan Semua

    Labels

    Asuransi Backpacker Bank Budaya Fashion Film Movie Review Wisata otomotif
    facebook Twitter instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top