salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger
    • Home
    • About Me
    • Contact Me
    • Tekno
    • Film
    • Travel
    • Food

     

    lemari pakaian besi Imah Furniture anti rayap

    Pernah mengalami masalah pada lemari? Anak kos pasti pernah salah beli lemari kayu, dan akibatnya tak tanggung-tanggung karena lemari hancur seketika dilahap kawanan rayap. Mungkin waktu dulu ketika ingin beralih ke lemari besi, masih terpikirkan berapa harga lemari besi. Apakah worth itu untuk jangka panjang?


    Indonesia itu negara tropis dengan intensitas hujan tinggi, jadi sangat wajar apabila cuaca panas dan hujan bergantian sehingga menyebabkan kelembaban udara tinggi. Kelembaban tinggi merupakan tantangan tersendiri bagi furnitur berbahan kayu. Kayu cenderung menyerap uap air dari udara sehingga lebih mudah lembab, memicu pertumbuhan jamur bahkan menjadi lingkungan yang disukai rayap. 


    Tak hanya itu, musim hujan panjang pun meningkatkan resiko dinding dan lantai menjadi lembab, sehingga bagian bawah lemari menjadi rentan rusak. Perubahan panas dan hujan menyebabkan lemari kayu mudah mengalami proses mengembang dan menyusut secara berulang. Kalau mengalami hal ini dalam jangka panjang, maka memicu keretakan dan membuat sambungan lemari menjadi longgar. 


    Suatu hari saat membuka lemari dan mencium bau apek yang tidak biasa. Setelah diperiksa, ternyata ada bercak jamur di sudut lemari, bahkan serbuk kayu halus yang menjadi tanda awal serangan rayap. Rupanya, udara yang hangat dan lembab memang membuat kayu lebih rentan menjadi tempat tumbuhnya jamur sekaligus mengundang rayap datang. Jika dibiarkan, bukan hanya lemarinya yang perlahan rusak, tetapi pakaian yang tersimpan di dalamnya pun bisa ikut lembab, berbau, bahkan ikut terdampak.


    Baca juga : Penyebab Rayap Muncul di Rumah: Ciri-Ciri, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    Salah Pilih Lemari, Berujung Gigit Jari

    lemari pakaian besi Imah Furniture anti rayap

    Hujan yang tak kunjung reda sejak awal tahun ini membawa kekhawatiran tersendiri. Ada satu bayangan yang terus menghantui pikiran: bagaimana jika atap kontrakan ini tak sanggup lagi menahan derasnya air, lalu bocor dan menumpahkan isinya begitu saja ke dalam rumah?


    Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Pernah suatu kali atap memang bocor, meski airnya tak sampai membasahi lantai dan hanya merembes pelan menyusuri dinding. Saat itu terasa seperti masalah kecil yang akan berlalu begitu saja. Namun waktu membuktikan sebaliknya. Rembesan yang tampak sepele itu perlahan meninggalkan jejak: dinding mulai berbercak, lembap yang tersembunyi mengundang jamur tumbuh diam-diam di baliknya.


    Untungnya, kali ini hujan reda tanpa membawa petaka. Atap tetap aman, tak ada tetesan yang jatuh. Namun rasa was-was membuat saya memeriksa lebih teliti termasuk mengecek apakah rembesan lama di dinding sempat terserap ke lemari pakaian yang bersandar di dekatnya.


    Benar saja, lemari itu terasa lembab. Dan yang lebih mengejutkan, tak berapa lama kemudian bagian bawah lemari mulai keropos. Setelah diperiksa, ternyata rayap telah bersarang dan menggerogotinya diam-diam, masuk lewat celah kecil di lantai. Selama ini ada keyakinan bahwa lantai keramik adalah benteng yang aman dari rayap. Nyatanya, semen di baliknya pun tak luput ditembus oleh koloni kecil yang gigih ini.


    Lemari kayu itu pun akhirnya harus diganti. Bukan untuk pertama kalinya. Sudah beberapa kali lemari kayu didatangkan, dan beberapa kali pula ia berakhir lapuk, entah karena lembab, entah karena rayap. Setiap penggantian berarti pengeluaran baru, waktu yang terbuang, dan kekhawatiran yang sama yang terus berulang setiap musim hujan tiba.


    Dari sinilah muncul sebuah pertanyaan sederhana, sampai kapan siklus ini akan terus berulang? Sampai kapan uang harus terus mengalir untuk mengganti lemari yang sama, hanya karena bahannya tak pernah benar-benar siap menghadapi kelembaban dan rayap?


    Barangkali, sudah saatnya berhenti mengulang kesalahan yang sama dan mulai beralih ke lemari besi dari Imah Furniture. 


    Baca juga : Tips Membuat Studio Mini Dan Home Entertainment Dengan Smart Lighting


    Lemari Pakaian Besi 4 in 1, Anti Rayap, Jamur, Air dan Banjir


    lemari pakaian besi Imah Furniture anti rayap

    Setelah melewati semua kejadian dinding berbercak, jamur yang tumbuh diam-diam, hingga lemari kayu yang berulang kali keropos dimakan rayap, akhirnya pilihan pun jatuh pada solusi yang selama ini luput dari perhatian, Lemari Pakaian Besi 4in1 dari Imah Furniture. Lemari ini dirancang khusus untuk menjawab semua kekhawatiran yang selama ini menghantui, karena sepenuhnya anti rayap, anti jamur, tahan terhadap air, bahkan tetap kokoh meski terkena rembesan atau banjir. Tak ada lagi celah bagi rayap untuk menggerogoti diam-diam, tak ada lagi kelembaban yang menumpuk dan mengundang jamur bersarang di baliknya.


    Keunggulan utama yang ditawarkan antara lain:


    100% Anti Rayap


    Material besi solid membuat rayap sama sekali tak punya celah untuk menggerogoti. Berbeda dengan lemari kayu yang selalu rentan diserang meski sudah dilapisi cat atau pelindung, besi tidak mengandung selulosa yang menjadi sumber makanan rayap, sehingga koloni rayap tak akan pernah bisa bersarang atau merusak strukturnya.


    Anti Jamur


    Permukaan besi tidak menyerap kelembaban sehingga jamur tak memiliki tempat untuk tumbuh. Berbeda dengan kayu yang berpori dan mudah menyimpan uap air di dalam seratnya, besi memiliki permukaan padat dan rapat sehingga kelembapan hanya menempel di luar dan mudah dibersihkan tanpa meninggalkan jejak jamur.


    Tahan Air


    Aman meski terkena rembesan atap atau genangan air di sekitarnya. Saat musim hujan tiba dan risiko kebocoran atau banjir kecil mengintai, lemari besi tetap kokoh tanpa mengalami pembengkakan, perubahan bentuk, atau kerusakan struktur seperti yang biasa terjadi pada lemari kayu saat terkena air.


    Awet untuk Penggunaan Jangka Panjang


    Tidak mudah rusak sehingga tak perlu lagi bolak-balik mengganti lemari setiap tahun. Ketahanannya terhadap rayap, jamur, dan air membuat lemari ini mampu bertahan puluhan tahun tanpa penurunan kualitas berarti, menjadikannya pilihan investasi yang jauh lebih hemat dibanding harus terus mengganti lemari kayu yang rusak.


    Desain Modern


    Tampilan tetap elegan dan menyatu dengan berbagai gaya interior rumah. Meski terbuat dari besi, lemari ini dirancang dengan finishing halus, warna netral, dan bentuk minimalis sehingga tidak terkesan kaku atau industrial, melainkan tetap terlihat estetik baik untuk hunian modern maupun rumah dengan gaya klasik.


    Dengan material besi yang kuat dan desain modern, lemari ini bukan hanya menjadi tempat menyimpan pakaian, tetapi juga investasi jangka panjang yang minim perawatan. Sebelum membeli, Anda bisa melihat katalog Imah Furniture untuk memilih model yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus membandingkan harga lemari besi yang ditawarkan. Dengan begitu, Anda tak perlu lagi khawatir menghadapi rayap, jamur, maupun kerusakan akibat cuaca lembab.




    Continue Reading

     

    Setiap kali pulang ke kampung halaman di Pemalang, ada satu sudut rumah yang selalu mengingatkan saya pada masa kecil. Rumah keluarga itu dulunya hampir seluruhnya terbuat dari kayu. Dinding papan, kusen, jendela, hingga pintu menggunakan material yang saat itu dianggap paling mudah didapat dan cocok dengan kondisi lingkungan sekitar.


    Rumah kayu memang memiliki kesan hangat yang sulit digantikan. Saat siang terasa sejuk, sementara pada malam hari suasananya begitu nyaman untuk berkumpul bersama keluarga. Namun di balik semua kenangan itu, ada satu masalah yang hampir selalu menjadi perhatian orang tua, yaitu rayap.


    Saya masih ingat bagaimana ayah sering memeriksa bagian kusen atau dinding tertentu. Kadang beliau menemukan serbuk-serbuk kecil di lantai, kadang ada bagian kayu yang tampak baik-baik saja tetapi ternyata sudah rapuh ketika disentuh. Saat itu saya belum memahami bahwa rayap bisa bekerja secara diam-diam selama bertahun-tahun tanpa disadari.


    Seiring waktu, rumah keluarga mengalami renovasi. Dinding kayu perlahan diganti menjadi tembok agar lebih kokoh dan tahan lama. Namun tidak semua elemen kayu dihilangkan. Pintu, jendela, dan beberapa kusen masih dipertahankan karena memiliki nilai estetika sekaligus menyimpan banyak kenangan.


    Meski rumah kini lebih modern dibandingkan dulu, rayap tetap menjadi momok bagi banyak rumah di kampung halaman. Bahkan rumah yang sudah berdinding tembok pun masih berisiko mengalami serangan rayap jika memiliki bagian berbahan kayu. Dari situlah saya belajar bahwa memahami penyebab rayap muncul di rumah bukan hanya penting bagi pemilik rumah tua, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin menjaga bangunannya tetap awet dalam jangka panjang.

    Ciri-Ciri Rayap, Dampak yang Ditimbulkan, dan Cara Mengatasinya

    Rayap sering menjadi masalah yang tidak disadari hingga kerusakan mulai terlihat. Berbeda dengan hama lain yang mudah ditemukan, rayap bekerja secara diam-diam dari dalam kayu atau area tersembunyi. Karena itu, mengenali tanda-tandanya sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

    Ciri-Ciri Rayap di Rumah

    Muncul serbuk kayu halus

    Salah satu tanda paling umum adalah munculnya serbuk-serbuk kecil di sekitar kusen, jendela, lemari, atau furniture kayu. Banyak orang menganggapnya sebagai debu biasa, padahal bisa jadi itu merupakan sisa aktivitas rayap yang sedang menggerogoti bagian dalam kayu secara perlahan.

    Kayu terdengar kosong saat diketuk

    Kayu yang terserang rayap sering kali masih terlihat utuh dari luar. Namun ketika diketuk, suaranya terdengar lebih ringan atau kosong. Kondisi ini terjadi karena bagian dalam kayu telah dimakan rayap sementara lapisan luarnya masih terlihat normal.

    Pintu dan jendela sulit dibuka

    Jika pintu atau jendela yang sebelumnya normal tiba-tiba sulit dibuka atau ditutup, jangan langsung menganggapnya akibat cuaca. Dalam beberapa kasus, kerusakan pada bagian dalam kayu karena rayap dapat menyebabkan perubahan bentuk sehingga fungsinya tidak lagi optimal.

    Muncul jalur tanah di dinding

    Rayap tanah biasanya membuat lorong kecil dari campuran tanah untuk berpindah dari sarang menuju sumber makanan. Jalur berwarna kecoklatan ini sering terlihat di dinding, fondasi, atau sudut rumah dan menjadi salah satu tanda yang cukup mudah dikenali.

    Banyak sayap rayap yang berguguran

    Saat musim kawin, rayap dewasa akan keluar dari sarangnya dan melepaskan sayap setelah menemukan tempat baru. Jika menemukan banyak sayap kecil di dekat lampu, jendela, atau teras rumah, ada kemungkinan terdapat koloni rayap di sekitar bangunan.

    Dampak Serangan Rayap pada Rumah

    Merusak kusen, pintu, dan jendela

    Bagian rumah yang berbahan kayu menjadi sasaran utama rayap. Kerusakan biasanya berlangsung perlahan sehingga tidak langsung terlihat. Jika dibiarkan, kusen, pintu, atau jendela bisa menjadi rapuh dan harus diganti.

    Mengurangi umur furnitur

    Lemari, meja, kursi, hingga rak buku berbahan kayu juga berisiko mengalami kerusakan. Furniture yang awalnya tampak kokoh dapat kehilangan kekuatannya karena bagian dalamnya terus digerogoti oleh rayap.

    Menambah biaya perbaikan rumah

    Semakin lama serangan rayap tidak terdeteksi, semakin besar pula biaya yang harus dikeluarkan. Tidak sedikit pemilik rumah yang akhirnya harus melakukan renovasi karena kerusakan sudah menyebar ke berbagai bagian bangunan.

    Menurunkan kenyamanan penghuni

    Selain merusak bangunan, keberadaan rayap juga menimbulkan rasa khawatir. Apalagi ketika mulai ditemukan kerusakan pada furnitur kesayangan atau bagian rumah yang sering digunakan sehari-hari.

    Cara Mengatasi dan Mencegah Rayap

    1. Menjaga kelembaban rumah

    Rayap sangat menyukai lingkungan yang lembab. Karena itu, pastikan ventilasi rumah berfungsi dengan baik dan segera perbaiki kebocoran atap, saluran air, atau rembesan yang dapat meningkatkan kelembaban.

    Melakukan pemeriksaan secara rutin

    Periksa kusen, pintu, plafon, dan furnitur kayu secara berkala. Pemeriksaan sederhana dapat membantu menemukan tanda-tanda awal serangan sebelum kerusakan menjadi lebih serius.

    Menghindari tumpukan kayu dan kardus

    Kayu bekas, kardus, atau material organik yang disimpan terlalu lama dalam kondisi lembap dapat menjadi tempat berkembang biak rayap. Menjaga kebersihan area sekitar rumah menjadi langkah pencegahan yang sering kali efektif.

    Memberikan perlindungan pada material kayu

    Penggunaan pelapis atau perlakuan khusus pada kayu dapat membantu mengurangi risiko serangan rayap. Langkah ini banyak dilakukan untuk menjaga daya tahan kusen, pintu, maupun furnitur dalam jangka panjang.

    Menangani sumber koloni rayap

    Jika rayap sudah ditemukan, jangan hanya memperbaiki bagian yang rusak. Penanganan yang menyasar sumber koloninya jauh lebih penting agar masalah yang sama tidak kembali muncul beberapa waktu kemudian.

    Rayap memang sering datang tanpa disadari, tetapi dampaknya bisa cukup besar jika dibiarkan terlalu lama. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak awal dan melakukan pencegahan yang tepat, risiko kerusakan dapat diminimalkan. Jika diperlukan, Anda juga dapat memanfaatkan jasa anti rayap Medan atau layanan serupa di daerah masing-masing untuk membantu penanganan yang lebih optimal. 

    Menjaga Rumah Berarti Menjaga Kenangan

    Rumah keluarga di Pemalang mungkin sudah banyak berubah dibandingkan saat saya kecil. Dinding kayu yang dulu mendominasi kini telah berganti tembok, beberapa bagian direnovasi, dan suasananya terasa lebih modern. Namun pintu dan jendela kayu yang masih dipertahankan seolah menjadi pengingat bahwa setiap rumah memiliki cerita panjang yang layak dijaga.

    Dari rumah itulah saya belajar bahwa rayap bukan sekadar serangga kecil yang mengganggu. Kehadirannya sering tidak disadari, tetapi dampaknya dapat merusak bagian-bagian penting rumah secara perlahan. Banyak orang baru bertindak ketika kerusakan sudah terlihat jelas, padahal tanda-tanda awal sebenarnya sering muncul lebih dulu.

    Memahami penyebab rayap muncul di rumah, mengenali ciri-ciri serangannya, serta mengetahui cara mengatasi rayap merupakan langkah penting untuk melindungi bangunan dalam jangka panjang. Upaya sederhana seperti menjaga kelembaban rumah, rutin memeriksa bagian kayu, dan melakukan pencegahan sejak dini bisa membantu menghindari kerugian yang lebih besar.


    Continue Reading

     

    Setelah Tahun Baru Islam pada 1 Muharram, ternyata banyak sekali keistimewaan bulan ini. Muharram termasuk bulan haram, yaitu bulan yang dimuliakan Allah SWT sehingga amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Bulan ini juga dikenal sebagai Syahrullah atau Bulan Allah, yang menjadikan ibadah puasa di dalamnya begitu istimewa. Selain itu, tanggal 10 Muharram menjadi hari bersejarah bagi umat Islam, salah satunya karena peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun. Di Indonesia, tanggal tersebut juga dikenal sebagai Lebaran Anak Yatim atau Idul Yatama.

    Tepat di awal bulan Muharram inilah Dompet Dhuafa meluncurkan program BesTeam, singkatan dari Bestian Sama Yatim, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat menjadi sahabat terbaik bagi anak-anak yatim Indonesia.

    Mendengar kata yatim, pikiran saya langsung melayang kepada seorang sepupu. Saat masih berusia sangat muda, ia harus kehilangan ayahnya. Kehidupan tentu tidak berjalan mudah, tetapi waktu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Kini ia telah tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, memiliki pekerjaan, dan membangun keluarganya sendiri.

    Kisah itu selalu mengingatkan saya pada arti kehilangan. Sebagai seorang piatu, saya juga pernah merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan orang tua. Bedanya, saya kehilangan Mamah ketika sudah dewasa. Meski demikian, rasa rindu tetap hadir hingga hari ini. Ada ruang kosong yang tidak pernah benar-benar terisi. Namun dari kehilangan itu, saya belajar bahwa cara terbaik mengenang orang tua adalah dengan terus berjuang menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama.

    Karena itulah saya percaya bahwa kehadiran orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan seorang anak. Ketika seorang anak kehilangan sosok ayah di usia yang masih belia, tentu ada tantangan yang harus dihadapi lebih awal dibandingkan anak-anak lainnya.

    Pemikiran itu terus terngiang ketika saya mendengarkan kisah Rahmad Gustav Kurniawan Lubis, Alumni Penerima Manfaat Beasiswa YES (Youth Ekselensia Scholarship) Dompet Dhuafa. Dari sosok Rahmad, saya belajar lebih banyak tentang arti perjuangan, ketangguhan, dan harapan yang tetap menyala meski hidup pernah menghadirkan kehilangan.

    Dari Rahmad, Saya Belajar Tentang Ketangguhan

    Suasana ANTARA Heritage Center siang itu terasa hangat sekaligus mengharukan. Acara peluncuran BesTeam dibuka oleh penampilan anak-anak yatim binaan Dompet Dhuafa yang tampil penuh percaya diri di hadapan para tamu undangan, media, dan mitra yang hadir.

    Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah pidato yang disampaikan dalam tiga bahasa. Melihat mereka berdiri dengan percaya diri di atas panggung membuat saya tersadar bahwa anak-anak yatim memiliki potensi yang sama besar dengan anak-anak lainnya. Yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan dan dukungan untuk berkembang.

    Momen itu semakin bermakna ketika Rahmad Gustav Kurniawan Lubis naik ke atas panggung untuk berbagi cerita. Dengan tenang ia menceritakan perjalanan hidupnya sebagai anak yatim, berbagai tantangan yang pernah dihadapi, hingga bagaimana program Youth Ekselensia Scholarship (YES) Dompet Dhuafa menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.

    Rahmad tidak hanya menerima bantuan pendidikan. Ia juga mendapatkan pembinaan, pendampingan, serta ruang untuk mengembangkan diri. Dukungan tersebut membantunya membangun kepercayaan diri dan terus melangkah meraih cita-cita.

    Bagi saya, kisah Rahmad menjadi bukti bahwa anak yatim tidak membutuhkan belas kasihan semata. Mereka membutuhkan lingkungan yang percaya pada kemampuan mereka. Mereka membutuhkan orang-orang yang hadir untuk mendampingi, menguatkan, dan memberikan akses terhadap kesempatan yang lebih baik.

    Dari cerita Rahmad, saya semakin memahami mengapa pendampingan berkelanjutan jauh lebih penting dibandingkan bantuan yang bersifat sesaat. Sebab masa depan seorang anak tidak dibangun dalam sehari, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan dukungan dari banyak pihak.

    BesTeam, Gerakan Menjadi Sahabat Terbaik Anak Yatim

    Pemahaman itulah yang kemudian menjadi dasar lahirnya BesTeam atau Bestian Sama Yatim. Program yang diluncurkan Dompet Dhuafa ini mengajak masyarakat untuk tidak hanya membantu anak yatim, tetapi juga menjadi sahabat yang membersamai perjalanan mereka menuju masa depan.

    Menurut Widodo selaku Ketua Panitia Program BesTeam, program ini dibangun di atas empat nilai utama, yaitu Best Heart, Best Mind, Best Future, dan Best Impact. Empat nilai tersebut menjadi fondasi berbagai program pemberdayaan yang mencakup pendidikan, kesehatan, pengembangan diri, hingga kemandirian ekonomi.

    Melalui BesTeam, Dompet Dhuafa menghadirkan berbagai program seperti Beasiswa Yatim, Kesehatan Anak Yatim, Yatim Berdaya, Gemilang Anak Indonesia Timur, hingga Bright Generation. Seluruh program tersebut dirancang untuk membantu anak yatim tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki masa depan yang lebih cerah.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menegaskan bahwa memuliakan anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga tanggung jawab kemanusiaan. Kehilangan sosok ayah tidak hanya berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis, rasa percaya diri, dan kesempatan anak dalam mengembangkan potensinya.

    Pesan serupa juga disampaikan oleh Teuku Wisnu. Sebagai seorang ayah, ia memahami betapa pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak. Namun ketika ada anak-anak yang harus kehilangan sosok ayah sejak dini, masyarakat dapat mengambil peran untuk menghadirkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan yang mereka butuhkan.

    Peluncuran BesTeam juga dirangkai dengan kolaborasi Dompet Dhuafa bersama Gramedia melalui program Happy Family Coloring. Melalui kampanye "Menyebarkan Harapan Melalui Alat Tulis Sekolah ke Seluruh Penjuru Negeri", masyarakat diajak berpartisipasi menyediakan paket belajar bagi anak yatim dan dhuafa.

    Puncak acara ditandai dengan simbolisasi menyalakan Lentera Harapan bersama anak-anak yatim. Bagi saya, lentera tersebut menjadi simbol yang sederhana namun bermakna. Harapan akan terus menyala selama masih ada orang-orang yang peduli dan bersedia berjalan bersama mereka.

    Menjadi Bagian dari BesTeam untuk Masa Depan Anak Yatim

    Sepulang dari acara peluncuran BesTeam, pikiran saya kembali pada kisah sepupu yang tumbuh tanpa ayah dan kenangan tentang Mamah yang telah lebih dulu berpulang. Kehilangan orang tua memang meninggalkan luka dan kerinduan yang tidak mudah hilang. Namun dari pengalaman hidup, saya belajar bahwa dukungan dari orang-orang di sekitar mampu menjadi sumber kekuatan untuk terus melangkah.

    Hal yang sama saya lihat pada sosok Rahmad dan anak-anak yatim yang tampil pada siang itu. Mereka tidak meminta dikasihani. Mereka hanya membutuhkan kesempatan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung agar dapat berkembang sesuai potensi terbaiknya.

    Melalui BesTeam, Dompet Dhuafa berupaya menghadirkan semua itu dalam bentuk program yang berkelanjutan. Ditambah kolaborasi bersama Teuku Wisnu, Gramedia melalui Happy Family Coloring, para donatur, relawan, dan masyarakat luas, BesTeam menjadi bukti bahwa memuliakan anak yatim bukanlah tugas satu pihak saja.

    Di bulan Muharram yang penuh kemuliaan ini, saya belajar bahwa menjadi sahabat bagi anak yatim bisa dimulai dari langkah sederhana. Sebab ketika semakin banyak orang bersedia menjadi bagian dari BesTeam, semakin banyak pula harapan yang dapat dinyalakan untuk masa depan anak-anak Indonesia.

    Yuk Bestian Sama Yatim di https://digital.dompetdhuafa.org/donasi/bestianyatim .

    Dompet Dhuafa 

    Website : https://digital.dompetdhuafa.org/

    Instagram : https://www.instagram.com/dompetdhuafaorg/

    Continue Reading

     


    Kalau dipikir-pikir, salah satu pengeluaran yang paling sering bikin saya mengelus dada selama jadi anak kos bukanlah kopi, ongkos transportasi, atau jajan yang tiba-tiba muncul di aplikasi. Justru yang sering membuat saya merasa sayang adalah ketika harus membuang sayuran yang belum sempat dimasak.

    Kejadiannya sudah berulang kali.

    Biasanya bermula dari niat baik. Sepulang kerja atau setelah menyelesaikan beberapa urusan, saya mampir ke pasar atau supermarket. Melihat deretan sayuran yang masih segar memang berbahaya. Bayam terlihat hijau, kangkung tampak baru dipanen, sementara wortel dan brokoli berjajar rapi di rak pendingin.

    Awalnya hanya berniat membeli beberapa bahan untuk dua hari. Entah bagaimana, saat sampai di kasir kantong belanja sudah penuh.

    "Besok masak ini, lusa masak itu," pikir saya waktu itu.

    Sayangnya hidup sering punya rencana lain.

    Ada pekerjaan yang mendadak harus diselesaikan. Ada teman yang mengajak makan di luar. Kadang ada rasa malas yang datang tanpa permisi. Tahu-tahu tiga atau empat hari berlalu begitu saja.

    Ketika kulkas dibuka, beberapa sayuran masih terlihat segar. Namun ada juga yang mulai menguning, layu, atau kehilangan teksturnya. Rasanya sayang sekali karena uang yang dikeluarkan sebenarnya tidak sedikit jika dihitung dalam jangka panjang.

    Pengalaman seperti itu membuat saya mulai mencari tahu berbagai cara menyimpan sayuran yang benar. Awalnya saya mengira cukup dengan memasukkan semuanya ke kulkas. Ternyata tidak sesederhana itu.

    Saya baru benar-benar menyadarinya setelah pindah ke kontrakan yang lebih luas. Sebelum tinggal di tempat sekarang, saya menempati kos yang ukurannya terbatas. Bahkan salah satu alasan pindah adalah karena plafonnya sempat jebol. Setelah memiliki ruang yang lebih lega, saya akhirnya bisa membeli kulkas yang selama ini hanya masuk daftar keinginan.

    Lucunya, alasan utama membeli kulkas saat itu bukan untuk menyimpan sayuran.

    Yang terbayang justru sederhana. Saya ingin punya stok air dingin kapan saja tanpa harus membeli es batu setiap hari.

    Namun beberapa bulan kemudian, saya sadar bahwa manfaat terbesar kulkas justru datang dari kebiasaan memasak. Stok bahan makanan lebih terjaga dan frekuensi membuang sayuran karena keburu rusak mulai berkurang.

    Meski begitu, saya tetap harus belajar tentang cara menyimpan sayuran di kulkas agar hasilnya benar-benar maksimal.

    Tidak Langsung Mencuci Semua Sayuran

    Ini mungkin kesalahan terbesar yang dulu sering saya lakukan. Setiap pulang belanja, semua sayuran langsung dicuci sampai bersih. Dalam pikiran saya, cara itu akan membuat proses memasak menjadi lebih praktis. Tinggal ambil, potong, lalu masak.

    Belakangan saya mengetahui bahwa air yang masih menempel pada sayuran justru bisa mempercepat proses pembusukan.

    Sejak itu saya mulai mengubah kebiasaan. Sayuran disimpan dalam kondisi kering dan baru dicuci ketika akan digunakan. Hasilnya cukup terasa. Bayam dan sawi yang biasanya cepat layu bisa bertahan lebih lama.

    Dari berbagai cara menyimpan sayuran, langkah sederhana ini menjadi salah satu yang paling berpengaruh.

    Menambahkan Tisu Dapur di Wadah Penyimpanan

    Saya pertama kali mengetahui trik ini dari seorang teman yang cukup rajin memasak. Awalnya saya menganggapnya terlalu ribet. Masa hanya menyimpan sayuran saja harus menggunakan tisu? Namun setelah mencoba sendiri, saya mengerti alasannya.

    Tisu dapur membantu menyerap kelembaban berlebih yang sering menjadi penyebab sayuran cepat menguning. Sekarang hampir setiap kali menyimpan bayam, selada, atau sawi, saya selalu meletakkan beberapa lembar tisu di bagian bawah wadah. Kelihatannya sepele, tetapi efeknya cukup terasa.

    Jangan Biarkan Sayuran Tetap di Kantong Belanja

    Saya pernah membiarkan sayuran tetap berada di kantong plastik supermarket selama beberapa hari. Ketika dibuka kembali, kondisinya sudah jauh berbeda dibanding saat pertama kali dibeli.

    Sejak saat itu saya mulai memindahkan sayuran ke wadah penyimpanan yang lebih rapi. Selain membantu menjaga kualitasnya, kulkas juga terlihat lebih teratur.

    Hal sederhana seperti ini ternyata menjadi bagian penting dari cara menyimpan sayuran di kulkas agar tetap segar yang sering luput dari perhatian.

    Pisahkan Berdasarkan Jenisnya

    Dulu saya sering mencampur semua bahan makanan dalam satu rak. Cabai, tomat, bayam, sawi, bahkan daun bawang berada dalam satu tempat yang sama. Praktis memang, tetapi ternyata tidak ideal.

    Sekarang saya mencoba memisahkan sayuran berdasarkan jenisnya. Sayuran berdaun ditempatkan dalam wadah tersendiri, sementara cabai dan tomat memiliki tempat yang berbeda.

    Selain membuat kulkas lebih rapi, cara ini membantu menjaga kualitas masing-masing bahan makanan lebih lama.

    Menjaga Suhu Tetap Stabil

    Ada satu kebiasaan yang baru saya sadari setelah cukup lama menggunakan kulkas. Saya sering membuka pintu kulkas terlalu lama sambil berpikir ingin mengambil apa.

    Ternyata kebiasaan kecil itu membuat suhu di dalam kulkas berubah-ubah. Sekarang saya berusaha lebih disiplin. Sebelum membuka kulkas, saya sudah tahu apa yang akan diambil sehingga pintunya tidak terlalu lama terbuka.

    Bagi saya, ini merupakan bagian penting dari cara menyimpan sayuran di kulkas agar tetap segar yang sering dianggap sepele.

    Ketika Kulkas yang Tepat Membantu Sayuran Bertahan Lebih Lama

    Setelah mencoba berbagai cara menyimpan sayuran di kulkas, saya menyadari bahwa ada satu faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu kualitas kulkas itu sendiri.

    Saya pernah berpikir bahwa semua kulkas pada dasarnya sama saja. Yang penting dingin. Namun setelah mulai rutin memasak dan menyimpan stok bahan makanan untuk beberapa hari, saya sadar bahwa kapasitas penyimpanan, kestabilan suhu, dan distribusi udara dingin ternyata cukup berpengaruh terhadap kesegaran sayuran.

    Apalagi sekarang saya tidak lagi belanja harian. Biasanya sekali belanja sudah sekalian membeli sayuran, buah, telur, hingga berbagai bahan makanan lain untuk beberapa hari kedepan.

    Karena itulah saya mulai memperhatikan beberapa pilihan kulkas yang menawarkan kapasitas besar dan teknologi pendinginan yang mendukung penyimpanan bahan makanan.

    Midea Everest 2 Door Refrigerator MDRT611EVD28ID


    Kalau dulu saya sering kesulitan mencari ruang kosong untuk menyimpan sayuran, kulkas ini sepertinya bisa menjawab masalah tersebut. Midea Everest hadir dengan kapasitas besar hingga 473 liter, serta pilihan kapasitas 428 liter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

    Bagi yang terbiasa menyimpan stok sayuran dalam jumlah banyak, ruang penyimpanan yang luas tentu menjadi nilai tambah tersendiri. Sayuran berdaun, buah-buahan, hingga bahan makanan lainnya bisa ditata lebih rapi tanpa harus saling bertumpuk.

    Kulkas ini juga dilengkapi teknologi Inverter Quattro yang membantu menjaga suhu tetap stabil sekaligus lebih hemat energi. Kehadiran Digital Panel memudahkan pengaturan suhu sesuai kebutuhan, sementara fitur No Frost membuat pengguna tidak perlu repot membersihkan bunga es yang sering mengurangi ruang penyimpanan.

    Menariknya lagi, tersedia pilihan warna hitam dan silver yang memberikan kesan modern untuk dapur maupun ruang makan.

    Midea Side by Side Refrigerator MDRS715FGF28ID

    Seiring waktu, saya menyadari bahwa salah satu cara menyimpan sayuran di kulkas agar tetap segar adalah memberikan ruang yang cukup bagi setiap bahan makanan. Ketika kulkas terlalu penuh, sirkulasi udara dingin sering kali tidak bekerja secara optimal.

    Karena itu, kulkas side-by-side seperti Midea MDRS715FGF28ID terasa menarik untuk dipertimbangkan. Dengan kapasitas mencapai 558 liter, ruang penyimpanannya sangat lega untuk memisahkan sayuran, buah, minuman, dan bahan makanan beku.

    Kulkas ini dibekali teknologi Platinum Fresh yang membantu menjaga kesegaran bahan makanan lebih lama. Selain itu, teknologi Multi Air Flow memastikan udara dingin tersebar merata ke setiap sudut kulkas sehingga suhu tetap konsisten.

    Adanya Digital Panel membuat pengaturan suhu menjadi lebih praktis, sementara Inverter Quattro membantu menjaga performa pendinginan tetap efisien dan hemat energi.

    Midea Side by Side Refrigerator MDRS715FGF30ID

    Pilihan berikutnya juga hadir dengan kapasitas besar 558 liter yang cocok untuk keluarga maupun siapa saja yang sering menyimpan stok bahan makanan dalam jumlah banyak.

    Menurut saya, kulkas ini menarik karena menawarkan beberapa fitur yang mendukung cara menyimpan sayuran di kulkas agar tetap segar, di antaranya:

    • Platinum Fresh, membantu menjaga kesegaran bahan makanan lebih lama.

    • Multi Airflow, mendistribusikan udara dingin secara merata ke seluruh bagian kulkas.

    • Inverter Quattro, membantu menjaga pendinginan tetap optimal sekaligus lebih hemat energi.

    • Kapasitas 558 liter, memberikan ruang penyimpanan yang luas sehingga bahan makanan tidak perlu ditumpuk terlalu padat.

    Dengan ruang penyimpanan yang lega, sayuran bisa diatur berdasarkan jenisnya. Bayam, sawi, cabai, maupun sayuran lainnya memiliki ruang yang cukup sehingga kualitasnya lebih terjaga selama penyimpanan.

    Pabrik kulkas Midea, berlokasi di kawasan industri Suryacipta Karawang, merupakan pabrik kulkas TERBESAR di Indonesia, dengan kapasitas produksi tahunan yang direncanakan mencapai lebih dari 2 juta unit per tahun. Pabrik ini membuka ribuan lapangan kerja bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia melalui industri manufaktur berteknologi modern. Investasi ini juga mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat industri nasional dan mendorong Indonesia menjadi pusat produksi elektronik rumah tangga di kawasan regional.

    Selain itu, saat ini sedang ada promo "Super Midea Season" diskon up to 20%. Yuk buruan cek promonya ya. 

    Ternyata Menyimpan Sayuran dengan Benar Membuat Hidup Lebih Praktis

    Kalau mengingat masa-masa awal tinggal di kos, rasanya cukup sering dibuat kesal oleh sayuran yang keburu layu sebelum sempat dimasak. Padahal niatnya ingin hidup lebih sehat dan menghemat pengeluaran. Namun setelah memahami cara menyimpan sayuran di kulkas dengan benar, kondisi itu perlahan berubah.

    Sekarang saya jadi lebih percaya diri membeli stok sayuran untuk beberapa hari kedepan. Saat membuka kulkas, masih ada bayam, sawi, atau wortel yang tetap segar dan siap diolah. Tanpa disadari, kebiasaan kecil ini membuat saya lebih rajin memasak dan membantu menjaga asupan gizi sehari-hari sebagai anak kos.

    Pada akhirnya, cara menyimpan sayuran di kulkas agar tetap segar bukan hanya soal membuat bahan makanan lebih awet. Bagi saya, ini tentang mengurangi pemborosan, hidup lebih hemat, dan membuat rutinitas memasak di rumah menjadi jauh lebih menyenangkan. Kadang perubahan besar memang berawal dari kebiasaan sederhana.


    Continue Reading
    Older
    Stories
    Logo Komunitas BRT Network
    Seedbacklink
    Intellifluence Herd Worth Value: $165

    Search

    Follow Me

    • facebook
    • twitter
    • youtube
    • instagram

    New Post

    Postingan Populer

    • [Lomba Blog Pegi Pegi] Nias : Antara Lompat Batu, Surfing dan Tsunami
    • Yogyakarta (I) : Raminten, Prambanan & Ratu Boko
    • Penyebab Rayap Muncul di Rumah: Ciri-Ciri, Dampak, dan Cara Mengatasinya
    • BesTeam, Dompet Dhuafa Luncurkan Program Bestian Sama Yatim di Bulan Muharram
    • Dari Air Tajin hingga Kental Manis: Potret Krisis Gizi Anak Pascabencana di Sumatera
    • Tips Menyimpan Sayur Agar Tetap Fresh di Kulkas
    • Yuk Ikutan Donate for Comments
    • 5 Cara Tampil Modis Dan Trendy
    • Pengalaman Uji Coba Laptop ASUS Yang Tangguh Dengan Ekosistem ASUS Premium Service
    • Kerja Itu Main Versi Saya

    Blog Archive

    • ▼  2026 (12)
      • ▼  Juli (1)
        • Jangan Salah Memilih Lemari Pakaian, Pilihlah Lema...
      • ►  Juni (4)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2025 (32)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (4)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2024 (52)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (7)
      • ►  Oktober (8)
      • ►  September (4)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2023 (68)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (8)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (8)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (7)
      • ►  Maret (8)
      • ►  Februari (6)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2022 (75)
      • ►  Desember (14)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (12)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (4)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (12)
      • ►  Maret (6)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2021 (38)
      • ►  Desember (4)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (4)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (7)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2020 (25)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (53)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (4)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (7)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (3)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (8)
    • ►  2018 (83)
      • ►  Desember (9)
      • ►  November (8)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (8)
      • ►  Agustus (13)
      • ►  Juli (6)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (8)
      • ►  April (9)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2017 (36)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  Agustus (6)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2016 (41)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (4)
      • ►  September (3)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (7)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2015 (63)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (11)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (7)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (6)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2014 (11)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2013 (5)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
    • ►  2010 (1)
      • ►  Desember (1)

    Blogger Friend

    • - Connect and Share Blogging Tips in Two Languages
      Trump Media’s Truth API Sells Traders Early Access
      3 jam yang lalu
    • BLOGFAM – When Sharing Meets Caring
      Jangan Salah Memilih Lemari Pakaian, Pilihlah Lemari Besi
      6 jam yang lalu
    • Ika Koentjoro
      Jetsetter Durable Luggage: Your Last Suitcase Purchase—Ever
      13 jam yang lalu
    • fitrian.net
      Panen Edamame di Kebun Pangan Madaya: Inisiatif Hijau Dompet Dhuafa
      1 hari yang lalu
    • My Life My Style
      Jelajah Dessert and Snack di Kuching Paling Hits untuk Menikmati Hari
      2 hari yang lalu
    • BlogCamp
      Alasan Memilih Pegadaian Jakarta Utara
      2 hari yang lalu
    • The TraveLearn
      Kota Tua Jakarta: Menyusuri Jejak Sejarah di Tengah Ibu Kota
      3 hari yang lalu
    • Berbagi Cerita
      Tips Memilih Kipas Angin yang Awet dan Ramah di Kantong
      5 hari yang lalu
    • tindak tanduk arsitek
      lampau melekat dari angkor wat
      1 minggu yang lalu
    • Cerita EKA
      Membaca sebagai Bentuk Perlawanan
      1 minggu yang lalu
    • Blognya bisot
      Momen Memalukan yang Berujung Berkah
      1 minggu yang lalu
    • ..:: ntan™ | bunga dengan nama terbuka
      Surat untuk Kamu, dan Diriku
      1 minggu yang lalu
    • Small Things, Kecil Tapi Penting :)
      Menghalau Minder Yang Menghambat Langkahku
      1 minggu yang lalu
    • Lucia Priandarini
      Ketika Anakku Bisa Mengalahkanku, Aku Menang*
      3 minggu yang lalu
    • Langkah Baruku
      Berapa Biaya Pasang Behel di Dokter Gigi Klaten Terbaik? Simak Tren Perawatan Estetika Gigi yang Bikin Senyum Makin Menawan!
      3 minggu yang lalu
    • YOGA AS YOGGAAS
      Catatan Seorang Suami Newbie dalam Menempuh Hidup Baru
      3 minggu yang lalu
    • Akhmad Muhaimin Azzet | mari bersama menggapai ridha-Nya
      Akan Datang Rezeki dari Arah yang Tidak Disangka
      1 bulan yang lalu
    • Jurnal Evi Indrawanto
      Menikmati Iskender Kebab di Yüce Hünkâr, Sensasi Kuliner yang Legendaris di Bursa
      1 bulan yang lalu
    • HM Zwan
      Cara Membuat Artikel Bahasa Inggris yang Menarik untuk Pemula Dari Ide hingga Siap Publish Bersama EF EFEKTA English for Adults
      2 bulan yang lalu
    • Mampir yuk, kerumahku
      Cara Mengoptimalkan Halo BCA Bisnis di 1500998 untuk Pengelolaan Keuangan Digital
      2 bulan yang lalu
    • Motherhood
      Panduan Menggunakan WhatsApp BCA di 08111500998 untuk Cek Tagihan Kartu Kredit
      2 bulan yang lalu
    • Menuliskan Sebelum Terlupakan
      ASUS ExpertBook Ultra Cocok untuk Perjalanan Dinas Panjang Berkat Baterai Tahan Lama
      2 bulan yang lalu
    • My Purple World
      Umroh Perdana dan Mandiri - Never Ending Journey to Reach His Blessings - part 7 Jeddah
      2 bulan yang lalu
    • desperate housewife
      Postingan Terakhir
      2 bulan yang lalu
    • Tukang Ngukur Jalan
      Stop Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO), Ayo Ikut Andil Mengubahnya!
      4 bulan yang lalu
    • Indah Julianti
      17 Channel YouTube Favorit Perempuan 50 Tahun Plus
      4 bulan yang lalu
    • Write Your Diary
      Ghibli vs Disney: Why They Are Nothing Alike
      4 bulan yang lalu
    • Blog Bukunya Kimi | Banyak-banyaklah Membaca. Biar Pintar.
      #169 – There Are Rivers in the Sky
      5 bulan yang lalu
    • ge[n][d]ud BlogPacker
      Akurasi Pers vs Kecepatan Media Sosial
      5 bulan yang lalu
    • WHEN IT'S ONLY JG & AST
      2025
      5 bulan yang lalu
    • Kimi's Cool Blog
      Kembali Mengkristik
      6 bulan yang lalu
    • Pipit Widya
      Random
      6 bulan yang lalu
    • Shintaries
      Welcome 2026!
      6 bulan yang lalu
    • The Shymphony Of EKA
      Dubbing Film di Mall, Apa Rasanya?
      7 bulan yang lalu
    • Putrinyanormal
      Discovering Kimono : Pengenalan Budaya Jepang Melalui Pakaian Tradisional
      10 bulan yang lalu
    • Melfeyadin
      Di ZAP Kamu Bisa Nyobain Infuse Glow Biar Kulit Terlihat Lebih Sehat
      11 bulan yang lalu
    • Herdis Suryatna | Pengalaman adalah guru yang terbaik
      Sewa Hiace Luxury Harga Terjangkau dan Nyaman di Bandung dan Ciamis
      1 tahun yang lalu
    • Rumah Mayaku
      Ada Apa Di Balik Cerita "Lauk Daun"?
      1 tahun yang lalu
    • pemainkata | sekadar bilik kecil pecinta kata
      Humor Konyol Kata Kata Bijak Lucu: Obat Ampuh Untuk Hidup
      1 tahun yang lalu
    • my story
      Saat Mata Kering Mengganggu Aktivitas Kerja, Insto Dry Eyes Solusinya
      1 tahun yang lalu
    • Macangadungan
      Microsoft is bringing cloud gaming to Xbox consoles later this year
      1 tahun yang lalu
    • udafanz[dot]com
      Strategi SEO untuk Meningkatkan Prospek Bisnis Anda
      1 tahun yang lalu
    • Linda Leenk - Little Part of My Life
      2024 Fellowship Journey
      1 tahun yang lalu
    • Life begins at 30...
      Liburan di Tokyo
      1 tahun yang lalu
    • Dunia Kecil Indi
      Surat untuk Mika di Surga (Hari AIDS Sedunia)
      1 tahun yang lalu
    • Gembul Kecil Penuh Debu
      Mangut Iwak Wader ❤
      1 tahun yang lalu
    • Wira Nurmansyah
      Discovering Macao: A Unique Fusion of East and West
      1 tahun yang lalu
    • Sisi Hidupku
      Apa Kabar Senin Pagi
      1 tahun yang lalu
    • Lianny Hendrawati
      Resep Mini Banana Choco Cake Tanpa Mixer
      1 tahun yang lalu
    • punyapista
      Perubahan Arti dari Bobot Sebuah Nilai
      1 tahun yang lalu
    • a Dreamer - Travelographer - Food Adventurer - Travel Blogger
      Mau Liburan ke Vietnam? Catat 5 Tips Berikut!
      2 tahun yang lalu
    • Una Vida Escrita de la Una
      Bye Bye My Friend
      2 tahun yang lalu
    • every mom has a story
      Sastra masuk sekolah, mana buku sastra yang layak dibaca pelajar SMA, mana yang tidak?
      2 tahun yang lalu
    • Mira Sahid
      Hati Seperti Kertas
      2 tahun yang lalu
    • Cokelat Gosong
      Jangan Biarkan Usia Membatasimu, Stay #AgelessLimitless with ERHA ULTIMATE
      2 tahun yang lalu
    • DISGiOVERY
      Keindahan Pantai Pasir Kencana Pekalongan yang Memukau
      2 tahun yang lalu
    • Catatan Perjalananku
      Kalender Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024 di Indonesia
      2 tahun yang lalu
    • Redcarra
      PLTS: Membangun Masa Depan Bersih dan Berkelanjutan
      2 tahun yang lalu
    • Ratu de Blog
      Rekomendasi Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan
      3 tahun yang lalu
    • Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik » Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik
      Over 50 Dating – Finding a Good Online Dating Site for You
      3 tahun yang lalu
    • suarane.org
      Kere-Aktif
      3 tahun yang lalu
    • SimBale - Download Software Gratis
      AVG Anti-Virus 22.8.7500
      3 tahun yang lalu
    • backpackstory
      Puncak 29 Rahtawu Gunung Muria: Kisah Pendakian Penuh Petilasan
      3 tahun yang lalu
    • Cinta Teknologi
      Router Static Berbasis CLI di Cisco Packet Tracer - Cinta Teknologi
      4 tahun yang lalu
    • Sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane
      Top 10 Satisfactory Depended On Loose Bitcoin Cloud Mining Websites Without Investment Of 2021 – The Bharat Specific News
      4 tahun yang lalu
    • Dunia Senja
      Catatan Hati Penghujung Tahun 2021
      4 tahun yang lalu
    • Blog - Lucedale.
      Dearest: New Post
      4 tahun yang lalu
    • #FDCG
      bye 🌻
      5 tahun yang lalu
    • jinjinger
      Kompleks
      5 tahun yang lalu
    • Jefferson's Stage.
      The Diplovemat
      5 tahun yang lalu
    • Nova Wijaya
      Sebelum Mulai Investasi Online, Yuk Pahami 5 Cara Aman Berinvestasi Berikut Ini
      5 tahun yang lalu
    • Resep Kuliner Indonesia dan Dunia
      Karedok Leunca
      5 tahun yang lalu
    • Dian Kelana
      Lindungi Keluarga Kita dengan Antiseptik.
      5 tahun yang lalu
    • SALAMINZAGHI
      Camping di Pantai Ngetun Gunung Kidul Yogyakarta
      6 tahun yang lalu
    • Garis Horizon
      Apakah benar semua akan baik-baik saja?
      6 tahun yang lalu
    • .: adie DOES :.
      Sendirian di Uchisar Castle
      6 tahun yang lalu
    • Kehidupan Di Jepang
      Main Snowboard
      6 tahun yang lalu
    • Kaleng Harapan » Kamera Lubang Jarum
      3 Fakta dibalik Promo 12.12
      6 tahun yang lalu
    • Stay Hungry. Stay Foolish
      Rindu Budaya Ilmu
      6 tahun yang lalu
    • Dunia Iwok
      [Family Vacation] Menikmati Petik Apel di Kota Batu Malang - Part 4
      6 tahun yang lalu
    • Pemimpi Hujan
      Nyobain 6 Menu Terbaru Horison Ultima Ratu
      6 tahun yang lalu
    • Dija Princess
      Jelajah Desa Galengdowo
      6 tahun yang lalu
    • Fardelyn Hacky
      Setop Stigma Orang dengan Gangguan Jiwa
      6 tahun yang lalu
    • Taqorrub.com
      new chair
      6 tahun yang lalu
    • Bangsari
      Nahdliyyin Yang Bersujud Di Hadapan Yesus
      7 tahun yang lalu
    • Donna Imelda
      Bebas Komedo dan Bekas Jerawat dengan Sabun Herbal Banana Peel Carbon
      7 tahun yang lalu
    • Keluarga Haripahargio
      REPLACED
      7 tahun yang lalu
    • Blog Adi Nugraha
      Wisata Alam yang Menakjubkan di Sulawesi Utara
      7 tahun yang lalu
    • All of Putri (¬.¬)ƪ_(˘⌣˘'!)
      I wanna asking...
      7 tahun yang lalu
    • A HOUSEWIFE'S DAY OUT
      Vincent van Gogh, just my simple thought.
      7 tahun yang lalu
    • Natureve Shop
      Istri Marah Karena Terlalu Cepat Ejakulasi? Pake Ini Biar Gagah
      7 tahun yang lalu
    • BETOIJO
      GOD'S MIRACLE: I GOT A NEW JOB!
      7 tahun yang lalu
    • Ninik Setyarini
      [Bukan Sinopsis] Bohemian Rhapsody
      7 tahun yang lalu
    • TGIF! Magazine
      Kereta Hantu Pagi Hari
      7 tahun yang lalu
    • fanabis
      Craftsman Style Kitchen Faucet
      7 tahun yang lalu
    • lalank pattrya dan hal random lainnya.
      Ngatain Mereka Disini
      7 tahun yang lalu
    • Galaksi Pungky
      Review: Sakura Collagen Cream Anti Age's, Siap Menua dengan Kulit Bahagia!
      8 tahun yang lalu
    • Aksaraku
      Rasakan Indahnya Malam Pertama di Bali Itu Mudah dan Murah, Begini Caranya
      8 tahun yang lalu
    • Aulia Fasya
      Masa Lalu dan Jejak Digital
      8 tahun yang lalu
    • Anisa AE
      Penyebab Ibu Kandung Aniaya Bayi Calista
      8 tahun yang lalu
    • Narzis Blog
      Ayo Move On!
      8 tahun yang lalu
    • Beby's Diary
      Ayang-Ayangan di Depan Umum
      8 tahun yang lalu
    • sketsa hati
      Visit Zugspitze from Munich by Train
      8 tahun yang lalu
    • Ca Ya
      Yang Tidak Biasa dari Nikahan Incess Ca Ya
      8 tahun yang lalu
    • A Border that Breaks
      Janus dalam Mozaik-Mozaik Kecil
      8 tahun yang lalu
    • irhapunya
      #PontianakTrip : Menjelajah Rasa dengan Kuliner Pontianak
      8 tahun yang lalu
    • Tulisanku
      Begini Cara Memindahkan Data dari Blogdetik ke WordPress
      8 tahun yang lalu
    • Bibi Titi Teliti
      Menyongsong Masa Depan Digital bersama CBN
      8 tahun yang lalu
    • HELLO!
      9 Teknik Dasar Yang Harus di Kuasai Dalam Permainan Tenis Meja
      8 tahun yang lalu
    • Catatan Anazkia
      Gerbong Wanita, Tak Semenyeramkan yang Dikira
      8 tahun yang lalu
    • My Daily Notes
      Berbagi Inspirasi
      9 tahun yang lalu
    • Ruang Emak
      SO GOOD Ayam Potong Kuah Cabe Hijau, Sajian Spesial Di Hari Lebaran
      9 tahun yang lalu
    • eithea
      My Favorite Time of in day
      9 tahun yang lalu
    • Rianda Prayoga Blog
      Ngabisin Uang THR, Kenapa Gak?
      9 tahun yang lalu
    • Blog Anak Nelayan
      Blog Gak Pernah Update
      9 tahun yang lalu
    • Jalan Pendaki
      Annapurna Basecamp Series: Drama Pertama Menuju Tanah Dewa-Dewa Himalaya
      9 tahun yang lalu
    • Netnesia
      Telkom Buka Pemblokiran Netflix
      9 tahun yang lalu
    • Widaku.com
      Temukan Sunscreen Yang Baik Untuk Wajah Disini
      9 tahun yang lalu
    • Perjalanan Tak Berujung
      Lidah di GOYANG pak Asep Stroberi
      9 tahun yang lalu
    • Gulanya Gulali
      Ingin Menghemat Pengeluaran? Gunakan Jasa Catering Aja!
      9 tahun yang lalu
    • Travel Diary
      Si Yaki dan Tarsius Bitung yang menggemaskan
      9 tahun yang lalu
    • Jendela Keluarga
      Pentingnya Mengembangkan Kecerdasan Sosial
      9 tahun yang lalu
    • Ayu Saritem Blog
      Cara Membuka Aura Kecantikan Bagi Wanita Hamil
      9 tahun yang lalu
    • mata buku indri
      Review: Trilogi Insiden
      9 tahun yang lalu
    • Arsitektur Dunia | Gallery Arsitektur Dunia
      Lorem ipsum dolor sit amet
      10 tahun yang lalu
    • when journalist becomes backpacker
      THE FACE OF TERRACOTTA, CHINA
      10 tahun yang lalu
    • Jurnal Mira Sahid | Emak Blogger
      That Moment!
      10 tahun yang lalu
    • Jejak BOcahiLANG
      Candi-Candi Majapahit di Situs Trowulan
      10 tahun yang lalu
    • aksara senandika | Sedikit noktah kehidupan
      Aku Sedang Malas
      10 tahun yang lalu
    • Petrus Andre Blog
      10 Hal yang Harus Dilakukan agar Blog Kamu Lebih Menghasilkan
      10 tahun yang lalu
    • Nicegreen
      Allah Menegurku Dengan Syaraf Kejepit
      10 tahun yang lalu
    • Wuri Nugraeni | Reporter, Menulis, dan Wisata
      Pindah Rumah ke wurinugraeni.com
      10 tahun yang lalu
    • AGIASAZIYA
      PAKSAISME
      10 tahun yang lalu
    • Controversy
      Less is More dalam Kumpulan Cerita
      10 tahun yang lalu
    • SECAWANKOPISENJA
      [Flash Fiction] PURA-PURA PULANG
      10 tahun yang lalu
    • Febry Hadinata WordPress
      Jogja x Dieng x Solo Part 1
      10 tahun yang lalu
    • Saoscabe.com | Website Humor Indonesia
      Fakta Kota Tembung
      11 tahun yang lalu
    • Albarnation
      Mau Kredit Motor ? Di Cermati.com Aja
      11 tahun yang lalu
    • Makhluk Kecil
      Pindah
      11 tahun yang lalu
    • Ahmad Rafiq Chaniago
      Pameran Seni Rupa Lima Jari
      11 tahun yang lalu
    • Melihat Dunia
      Before I Die I Want...
      11 tahun yang lalu
    • Catatan Ruslan
      Satu Jam Menyusuri Sungai Kahayan
      11 tahun yang lalu
    • .:: Nhie ::. | Just another WordPress.com weblog
      Noda Makanan di Pakaian
      11 tahun yang lalu
    • The Dusty Sneakers
      Memori
      11 tahun yang lalu
    • Beautify Me
      Etude House Etoinette Princess Pouch
      13 tahun yang lalu
    • yosbeda
    • Chronosphere
    • hidayah-art.blogspot.co
    • zubaid.ID
    • Tukangecuprus
    • Arian's Blog
    • Benablog - Cerita Si Benakribo
    • Jogja Ready
    • Angga Ong
    • yandi punya cerita
    • Jejaring Miss Fenny
    • pegipegi.com: Pesan Hotel & Tiket Pesawat Termurah Online
    • BlogS of Hariyanto
    • Catatan Kartina
    Perlihatkan 5 Perlihatkan Semua

    Labels

    Asuransi Backpacker Bank Budaya Fashion Film Movie Review Wisata otomotif
    facebook Twitter instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top