salmanbiroe - Indonesian Lifestyle Blogger
    • Home
    • About Me
    • Contact Me
    • Tekno
    • Film
    • Travel
    • Food

     

    Pernah menemukan skin Mobile Legends yang sudah lama diincar, tetapi setelah mengecek akun, ternyata Diamond belum cukup? Apalagi ketika event sedang berlangsung dan ada item menarik yang sayang untuk dilewatkan. Rasanya ingin segera melakukan top up supaya bisa mendapatkan skin impian.

    Namun, sebelum buru-buru membeli Diamond, ada satu hal yang sebaiknya dipertimbangkan yaitu memilih layanan top up yang tepat.

    Bagi pemain Mobile Legends, Diamond menjadi salah satu mata uang dalam game yang bisa digunakan untuk membeli skin, item, dan berbagai penawaran lainnya. Pilihan tempat top up pun semakin beragam. Ada yang menawarkan harga menarik, promo, hingga metode pembayaran praktis seperti QRIS.

    Wajar jika harga menjadi pertimbangan utama. Dengan budget terbatas, tentu kita ingin mendapatkan Diamond sebanyak mungkin. Meski begitu, harga murah tidak selalu menjamin pengalaman transaksi yang menyenangkan.

    Bayangkan sudah membayar, tetapi Diamond belum masuk ke akun. Kita pun bingung karena status transaksi tidak jelas atau kesulitan mencari bantuan. Selisih harga yang awalnya terasa menguntungkan bisa jadi tidak sebanding dengan waktu dan tenaga yang terbuang.


    Karena itu, top up ML terbaik, termurah, dan tercepat bukan hanya tentang mencari harga paling rendah. Kita juga perlu memperhatikan kecepatan pemrosesan, kemudahan pembayaran, keamanan akun, dan ketersediaan customer service.

    Setidaknya, ada lima hal yang layak diperiksa sebelum memilih layanan top up:

    • Harga transparan, dengan jumlah Diamond dan total pembayaran yang jelas.

    • Proses sederhana, tanpa langkah yang membingungkan.

    • Pembayaran praktis, dengan metode yang mudah digunakan.

    • Status transaksi jelas, sehingga kita dapat memeriksa proses pembelian.

    • Dukungan pelanggan, untuk membantu ketika terjadi kendala.

    Kombinasi faktor tersebut membantu kita menilai apakah sebuah layanan benar-benar worth it, bukan sekadar terlihat murah di awal.

    Cara Memilih Top Up ML yang Murah, Aman, dan Praktis

    Bandingkan Harga dan Jumlah Diamond

    Saat mencari top up ML termurah, jangan hanya melihat harga paket yang terpampang di halaman transaksi. Perhatikan juga jumlah Diamond yang diterima, kemungkinan biaya tambahan, serta promo yang sedang berlaku.

    Misalnya, kamu memiliki budget Rp50.000 atau Rp100.000. Daripada langsung memilih paket terbesar, bandingkan beberapa pilihan yang tersedia. Hitung berapa banyak Diamond yang didapatkan dari total pembayaran tersebut.

    Cara sederhana untuk membandingkannya adalah menggunakan rumus berikut:

    Biaya efektif per Diamond = Total pembayaran ÷ Jumlah Diamond yang diterima

    Semakin rendah biaya efektifnya, semakin hemat biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan jumlah Diamond yang sama.

    Namun, jumlah Diamond untuk budget tertentu dapat berubah mengikuti paket dan promo. Karena itu, periksa informasi terbaru pada halaman top up sebelum melakukan pembayaran.

    Ada pula perbedaan antara murah dan worth it. Layanan murah biasanya lebih menonjolkan harga rendah, diskon, atau bonus. Sementara itu, layanan yang worth it menawarkan nilai lebih menyeluruh, mulai dari harga kompetitif, kemudahan transaksi, kejelasan proses, hingga dukungan ketika terjadi masalah.

    Jadi, jika dua paket memiliki nilai harga yang hampir sama, pertimbangkan juga kemudahan pembayaran dan kejelasan status transaksinya.

    Kenali Kebutuhan Top Up Sebelum Membeli

    Setiap pemain memiliki kebiasaan yang berbeda dalam membeli Diamond. Ada pemain yang hampir tidak pernah top up, ada yang sesekali membeli ketika mengincar skin tertentu, dan ada pula yang rutin melakukan transaksi.

    Bagi pemain yang jarang melakukan top up, harga dan promo mungkin menjadi pertimbangan utama. Pemain yang melakukan top up sesekali biasanya membeli Diamond ketika ada event, menginginkan skin tertentu, atau menemukan penawaran menarik.

    Sementara itu, pemain yang rutin membeli Diamond cenderung membutuhkan pengalaman transaksi yang konsisten. Kecepatan, kemudahan, dan kejelasan bantuan menjadi semakin penting, terlebih jika nilai transaksi cukup besar.

    Karena itu, tidak ada satu layanan yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua orang. Pilihan yang tepat adalah layanan yang sesuai dengan kebutuhan, frekuensi transaksi, dan budget masing-masing.

    Pastikan Transaksi Cepat dan Data Akun Benar

    Setelah menemukan paket yang sesuai, tentu kita ingin Diamond segera masuk ke akun. Idealnya, proses top up berlangsung sederhana: pilih game, masukkan data akun, tentukan nominal Diamond, lakukan pembayaran, lalu periksa status transaksi.

    Meski demikian, waktu pemrosesan bisa berbeda bergantung pada sistem transaksi dan pembayaran. Karena itu, jangan hanya mengandalkan klaim instan. Pastikan tersedia informasi yang jelas untuk memeriksa apakah pembayaran berhasil dan transaksi sudah diproses.

    Sebelum membayar, periksa kembali beberapa informasi berikut:

    • Game yang dipilih sudah benar.

    • User ID sesuai dengan akun Mobile Legends.

    • Zone ID sudah benar.

    • Nominal Diamond sesuai kebutuhan.

    • Total pembayaran sudah diperiksa.

    Kesalahan memasukkan User ID atau Zone ID dapat menyebabkan Diamond tidak terkirim ke akun yang dituju. Karena itu, luangkan waktu untuk memeriksa data sebelum menekan tombol pembayaran.

    Jangan pernah memberikan password akun Mobile Legends kepada pihak lain hanya untuk melakukan top up. Simpan juga bukti pembayaran agar lebih mudah melakukan pengecekan jika terjadi kendala.

    Pembayaran QRIS dan Peran Customer Service

    Selain harga, metode pembayaran turut menentukan kenyamanan transaksi. Salah satu metode yang tersedia pada layanan top up Hyperplay adalah QRIS.

    Dengan QRIS, pembayaran dapat dilakukan melalui aplikasi pembayaran yang mendukung pemindaian kode QR. Alurnya cukup sederhana: pilih paket Diamond, masukkan data akun, pilih QRIS, pindai kode, lalu ikuti petunjuk pembayaran hingga selesai.

    Setelah pembayaran berhasil, periksa status transaksi dan pastikan Diamond sudah masuk ke akun. Jika belum, jangan langsung melakukan pembayaran kedua.

    Periksa terlebih dahulu status pembayaran, bukti transaksi, serta User ID dan Zone ID yang dimasukkan. Jika kendala belum terselesaikan, hubungi customer service dengan menyiapkan informasi transaksi yang relevan.

    Di sinilah dukungan pelanggan menjadi penting. Layanan yang baik bukan hanya memudahkan pengguna ketika membeli Diamond, tetapi juga membantu memberikan kejelasan saat transaksi mengalami masalah.

    Bagaimana Jika Diamond Belum Masuk?

    Situasi ini tentu bisa membuat khawatir, terutama ketika pembayaran sudah berhasil. Namun, sebaiknya jangan langsung panik atau mengulangi transaksi.

    Lakukan pengecekan secara berurutan:

    1. Periksa pembayaran. Pastikan transaksi QRIS benar-benar berhasil.

    2. Simpan bukti pembayaran. Bukti ini dapat membantu proses penelusuran.

    3. Periksa User ID dan Zone ID. Pastikan data yang dimasukkan sesuai.

    4. Cek status transaksi. Cari tahu apakah transaksi masih diproses atau sudah selesai.

    5. Hubungi customer service. Jika Diamond belum diterima, sampaikan informasi transaksi agar kendala dapat ditelusuri.

    Transaksi digital bisa mengalami kendala, sehingga kejelasan proses dan akses bantuan perlu menjadi bagian dari pertimbangan sebelum memilih layanan.

    Selain itu, berhati-hatilah terhadap harga yang terlalu jauh di bawah penawaran umum tanpa penjelasan yang masuk akal. Sebelum membayar, pastikan kamu menggunakan halaman transaksi yang benar dan memahami detail paket yang dibeli.

    Cara Top Up ML di Hyperplay

    Jika ingin menggunakan Hyperplay, ikuti langkah berikut berdasarkan alur layanan yang tersedia:

    1. Buka halaman top up Hyperplay dan pilih Mobile Legends.

    2. Masukkan User ID dan Zone ID sesuai akun.

    3. Pilih nominal Diamond berdasarkan kebutuhan dan budget.

    4. Pilih QRIS sebagai metode pembayaran.

    5. Pindai kode QR menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.

    6. Selesaikan pembayaran dan periksa status transaksi.

    7. Pastikan Diamond sudah masuk ke akun Mobile Legends.

    Sebelum menyelesaikan transaksi, periksa kembali data akun dan total pembayaran. Jika ada promo, baca ketentuannya terlebih dahulu.

    Hyperplay menyediakan layanan top up Mobile Legends dengan pembayaran QRIS yang bisa menjadi alternatif bagi pemain yang mengutamakan kemudahan transaksi. Namun, seperti saat menggunakan layanan digital lainnya, tetap periksa informasi transaksi dan simpan bukti pembayaran untuk berjaga-jaga.

    Kapan Sebaiknya Melakukan Top Up?

    Tidak ada waktu yang selalu paling tepat untuk membeli Diamond. Sebagian pemain melakukan top up ketika ada event Mobile Legends, ingin membeli skin tertentu, atau menemukan promo yang sesuai.

    Jika memiliki budget Rp50.000 atau Rp100.000, tentukan terlebih dahulu kebutuhan Diamond dan bandingkan paket yang tersedia. Jumlah Diamond yang diperoleh bergantung pada harga serta promo saat transaksi, sehingga tidak ada angka yang berlaku untuk semua periode.

    Sebelum membeli, tanyakan kepada diri sendiri: apakah Diamond tersebut memang dibutuhkan, atau kita hanya tertarik karena melihat promo?

    Jika memang dibutuhkan, bandingkan value paket dan pilih yang paling sesuai dengan budget. Dengan begitu, keputusan top up tidak semata-mata didorong oleh diskon atau keinginan mengikuti event.

    Memilih Top Up ML yang Benar-Benar Worth It

    Memilih top up ML terbaik, termurah, dan tercepat membutuhkan pertimbangan yang lebih luas daripada sekadar membandingkan harga. Harga tetap penting, tetapi kecepatan pemrosesan, kemudahan pembayaran, keamanan akun, kejelasan status transaksi, dan customer service juga menentukan pengalaman pengguna.

    Hyperplay menyediakan layanan top up Mobile Legends terbaik dengan pembayaran QRIS yang bisa menjadi salah satu pilihan bagi pemain yang mengutamakan kemudahan transaksi. Sebelum membeli, tetap periksa paket, total pembayaran, dan informasi yang tersedia pada halaman transaksi.

    Pada akhirnya, layanan yang worth it tidak selalu menjadi yang termurah untuk setiap paket. Yang lebih penting adalah mendapatkan nilai yang sesuai dengan kebutuhan dan pengalaman transaksi yang nyaman.

    Quick Takeaways: Sebelum Top Up ML

    Sebelum menekan tombol bayar, ingat beberapa hal berikut:

    • Bandingkan harga berdasarkan jumlah Diamond dan total pembayaran.

    • Periksa User ID, Zone ID, serta nominal Diamond.

    • Pilih metode pembayaran yang praktis, seperti QRIS jika tersedia.

    • Pastikan status pembayaran dan transaksi dapat diperiksa.

    • Simpan bukti pembayaran.

    • Jangan pernah membagikan password akun.

    • Hubungi customer service jika terjadi kendala.

    • Jangan melakukan pembayaran kedua sebelum status transaksi pertama jelas.

    Top up ML yang worth it adalah pilihan yang menyeimbangkan harga, kemudahan, kecepatan, keamanan, dan kepercayaan. Dengan membandingkan faktor-faktor tersebut, kamu bisa menikmati Mobile Legends tanpa membuat proses pembelian Diamond menjadi ribet.

    Continue Reading

     

    Pada saat pandemi, saya coba diet tanpa ada konsultasi dan analisa body composition, hasilnya memang turun berat badan namun akhirnya berat badan pun kembali naik. Awalnya saya merasa senang dengan penurunan berat badan dengan metode sederhana, yaitu mencoba mengurangi nasi saja, namun tetap makan lauk seperti biasa. Mulanya semua terasa menyenangkan bahkan bertahan cukup lama, namun karena tidak ada ahli gizi atau dokter yang mengawasi dan memberikan konsultasi, akhirnya saya menyerah ditengah jalan. 


    Kenapa tidak konsultasi gizi dulu sebelum diet? Karena dulu belum familiar dengan konsultasi gizi dan menganggap jika tidak terlalu penting, namun ternyata saya salah. Justru dengan bantuan dokter/ahli gizi, diet akan lebih terarah dan lebih long last. Dulu saat diet tanpa arah, memang hasilnya terlihat namun tidak terarah sehingga badan terasa lemas karena mengurangi karbo tanpa ada ukuran tertentu. Padahal, diet itu tetap membutuhkan karbo dan seluruh makro dan mikro nutrien untuk tubuh. 


    Tahun ini saya memiliki resolusi untuk bisa turun berat badan, tak hanya itu saya ingin tubuh lebih bugar dari sebelumnya. Beruntung, saya diberitahu oleh seorang teman kalau ingin program diet berhasil bisa konsultasi gizi di Primecare Clinic. 


    Berat Badan Stuck? Yuk Ikutan Program Penurunan Berat Badan di Primecare Clinic Jakarta 



    Pernah gagal diet membuat saya mengurungkan niat untuk diet lagi. Bagi saya diet itu menyiksa dan jika mengikuti diet maka otomatis akan kembali ke siklus awal kembali sebelum diet. Mindset inilah yang saya pegang bertahun-tahun sehingga jika seorang teman membujuk untuk berolahraga, maka saya akan tolak mentah-mentah. Dan, ketika seorang teman mengusulkan untuk konsultasi gizi, saya pun berpikir ulang. Kalau dulu diet saya hanya berdasarkan social media, maka kali ini program diet akan dipandu oleh seorang dokter sekaligus ahli gizi. 


    “Kalau gagal gimana dietnya?”


    Kadang pertanyaan ini akan muncul sebelum melakukan konsultasi. Tapi yang membuat saya yakin dengan Primecare Clinic adalah semua program diet ini akan dipandu oleh seorang dokter berpengalaman di bidangnya, yaitu dr. Cut Thalya A.R.,Sp.GK. Primecare Clinic memberikan pilihan jadwal antara Senin, Kamis dan Jumat dari jam 15.00-17.00 WIB. 


    Kebetulan saya pilih hari Senin jam 15.00 WIB karena saya belum memiliki jadwal apapun, termasuk pekerjaan dalam minggu tersebut. Lokasinya cukup strategis di Panglima Polim, dekat dengan area Blok M. Sebelumnya, saya pernah tinggal di area Blok A, sehingga sedikit tahu tentang daerah Panglima Polim. 


    Setelah melakukan reservasi, kemudian akan dihubungi kembali oleh Primecare Clinic, Panglima Polim, Jakarta Selatan. Saat hari yang telah dijadwalkan, saya sengaja bersiap-siap lebih awal karena saya tinggal di daerah Pondok Ranji. Saya menggunakan kereta dari Pondok Ranji menuju ke Stasiun Kebayoran, setelah itu dilanjutkan menggunakan ojek online. 


    Tiba di Primecare Clinic Panglima Polim, saya langsung menuju meja resepsionis. Kebetulan masih ada sekitar 15 menit sebelum jam 15.00, sehingga saya masih bisa mengambil nafas sebelum berkonsultasi. resepsionis kemudian meminta kartu identitas untuk didata terlebih dahulu, sebelum akhirnya dipersilahkan untuk menuju lantai 2.



    Sebelum dilakukan konsultasi, dilakukan pengukuran tinggi badan, berat dan disertai dengan komposisi badan seperti lemak, kadar air, dan komposisi lain menggunakan alat canggih pada saat dilakukan penimbangan badan. 


    Kemudian, saya duduk kembali di ruang tunggu di area tengah di lantai 2. Tak lama kemudian, dokter Cut memanggil nama saya dan mempersilahkan untuk duduk. Jujur, saya agak tegang karena sebelumnya saya belum pernah berkonsultasi masalah kesehatan apalagi masalah gizi. 


    Diet Itu Menyenangkan Kalau Tahu Rahasianya



    “Saya dulu pernah turun berat badan sampai 10 kilogram, dok!” saya menceritakan bahwa dulu saya pernah diet, namun tak bertahan lama hanya sekitar setahun kemudian kembali ke berat badan semula.


    “Kenapa berat badannya kembali ke semula?” dokter Cut sempat menanyakan kenapa diet saya cenderung stuck.


    “Karena saya hanya mengurangi nasi saja, tanpa ada olahraga dan ilmu yang cukup mengenai diet itu, dok.”


    Dokter Cut mengangguk, sepertinya seorang dokter dan ahli gizi sudah paham tentang kondisi tubuh saya setelah ia menunjukan analysis body composition. Dan, hasilnya sangat mengejutkan karena berat badan maupun hasil lainnya pun masih sangat tinggi. 



    Sebagai gambaran, berat badan saya mencapai 108,3 kilogram termasuk sangat gemuk dengan BMI 28,8. Body fat pun termasuk tinggi sekitar 37,3 persen, sedangkan idealnya adalah 25 persen. Sedangkan metabolic age sekitar 57 tahun, sedangkan seharusnya adalah 42 tahun. Tak hanya itu, visceral fat rating pun termasuk sangat tinggi sekitar 20,5 sedangkan seharusnya dibawah 10. Sebetulnya sebelum konsultasi, saya sudah menyiapkan diri untuk menerima hasil-hasil tersebut. 


    “Diet itu bukan hanya makanan saja, tapi pola tidur atau istirahat, olahraga dan stress,” dokter Cut Thalya menjelaskan banyak faktor yang mempengaruhi diet seseorang. 


    Pola makan tak diimbangi dengan pola tidur dan pengelolaan stres yang baik, maka diet tidak akan berjalan bagus, sebaliknya jika pola tidur dan stres baik tapi tidak didukung dengan pola makan dan olahraga pun diet akan berjalan lancar. 


    Dokter Cut pun menyarankan beberapa hal mulai dari pola makan tinggi protein dan serat serta komposisi piring pun seimbang dengan mikro dan makro nutrien. Pola olahraga dan tidur pun harus diperhatikan, dan sebisa mungkin dijadwalkan sesuai dengan kemampuan, jangan memaksakan keadaan tubuh karena tidak semua orang bisa melakukan kegiatan olahraga ekstrem. Dan, terakhir kelola stress dengan baik sehingga bisa terus konsisten menjaga pola makan, tidur dan olahraga secara teratur. 



    “Dokter, sebetulnya saya mengidap insomnia. Jadi saya baru bisa tidur di jam 1 atau 2 pagi. Bagaimana dok?” Saya menanyakan bahwa saya pun mengalami insomia.


    “Pola tidur itu juga sangat pengaruh dengan diet karena membantu metabolisme. Usahakan untuk tidur lebih awal dari biasanya, usahakan untuk tidur satu jam lebih awal dari jadwal biasanya.”


    Baru kali ini saya mendapatkan saran masuk akal dari permasalahan yang selama ini saya hadapi. Diet bukan hanya urusan makan dan olahraga, tapi sudah merupakan bagian pola hidup seimbang satu sama lain. Jadi, jika kamu diet, usahakan untuk mengubah mindset bahwa ini adalah perubahan pola hidup yang telah dijalani beberapa bulan bahkan beberapa tahun belakangan ini. 



    Akhirnya saya memahami, bahwa diet itu sama saja mengubah pola hidup termasuk pola makan, istirahat, olahraga bahkan harus siap mengelola stress karena dengan pola hidup tersebut maka diet akan terus konsisten seumur hidup.


    Nah, kalau kamu mau konsultasi juga sama dr. Cut Thalya A.R.,Sp.GK bisa ambil paket konsultasi gizi di Primecare Clinic cabang Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sangat direkomendasikan, terutama jika Anda sedang kelebihan berat badan/obesitas dan ingin menurunkan berat badan.



    Lokasi Primecare Clinic Panglima Polim, Jakarta Selatan


    Continue Reading

     

    Sebuah mobil melintas di jalan Kampung Sumur, Klender, Jakarta Timur. Di pinggir jalan, seorang ibu mengais botol plastik dan kardus dari tumpukan sampah, lalu memasukkannya ke dalam gerobak kayu yang sudah tampak usang. Anak laki-laki yang ikut bersamanya duduk di atas gerobak sambil memperhatikan botol-botol yang dikumpulkan ibunya.

    Pemandangan seperti ini dulu menjadi bagian dari keseharian warga Kampung Sumur. Memulung menjadi salah satu cara keluarga mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun di balik aktivitas tersebut, ternyata ada persoalan lain terkait pendidikan dan pengasuhan anak.

    “Dahulu masalahnya sangat kompleks, bahkan hampir 90 persen permasalahannya adalah penelantaran dan salah pengasuhan anak. Bahkan saat memulung, anak-anak sengaja dibawa untuk mengharapkan belas kasihan,” Ujar Pak Endang  saat di temui di Sekretariat Swara Hijau Farm, Klender, Jakarta Timur. 

    Semua berawal di tahun 2015, Yayasan Swara Peduli mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam program pendampingan bagi para pemulung dari Kementerian Sosial di kawasan Pemulung di Jakarta Timur. 

    Bapak Endang Mintarja menceritakan prosesnya dimulai dengan melakukan asesmen terhadap para pemulung dan keluarga mereka yang berdomisili Kampung Sumur, Jakarta Timur. Kemudian, Yayasan Swara Peduli menyewa sebuah tempat yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti Weekend ceria, setiap Sabtu dan Minggu. Awalnya, kegiatan tersebut banyak diisi dengan aktivitas untuk anak-anak, menghadirkan ruang belajar dan bermain di tengah keseharian mereka.

    “Saat relawan datang untuk mengajar anak-anak, kondisi jalanan masih berupa tanah. Dan, saat hujan akhirnya berubah menjadi kubangan lumpur,” Cerita Pak Endang mengenang saat awal-awal perjuangan. 

    Tak hanya pendidikan, kondisi jalanan pun sangat memprihatinkan. Saat hujan turun, jalanan berubah menjadi kubangan lumpur bercampur dengan sampah-sampah. Tak hanya itu, instalasi listrik dan internet pun masih belum menyentuh Kampung Sumur.

    “Program ini untuk memutus mata rantai masalah pendidikan di Kampung Pemulung. Kini 90 persen anak-anak sudah bersekolah, bahkan 10 anak pun mendapatkan beasiswa biaya pendidikan,” Ungkap Pak Endang bangga. 

    Kampung Pemulung kini tak lagi sama, setelah anak-anak yang dulu berada di gerobak-gerobak sampah itu telah mengenakan seragam sekolah serta menenteng tas dan buku. Kini hanya tinggal 10 persen anak-anak yang belum mengenyam bangku pendidikan. Bahkan 10 anak diantaranya kini mendapatkan beasiswa pendidikan dengan pemenuhan kebutuhan sekolah dan pembayaran SPP bagi anak di sekolah swasta. 

    Setelah kegiatan pendidikan berdampak pada anak-anak, kemudian donasi berdatangan dan kemudian didirikan sekretariat. Tak lama kemudian, lahan pun bertambah dan kemudian dimanfaatkan sebagai kandang ayam, budidaya maggot dan kebun sayur hidroponik serta kolam ikan. 

    Dari Gagal Panen hingga Menjadi Percontohan Urban Farming

    Inisiasi dimulai dengan pelatihan budidaya tanaman dan ikan dalam ember. Instalasi dengan media ember tersebut terdiri dari tanaman kangkung di atas dan kemudian di bawahnya terdapat ikan lele. Sekitar 50 instalasi ember untuk dibudidayakan di rumah masing-masing, namun kenyataanya hanya 50% yang berhasil. Dan, kemudian mulai saat itu, instalasi tersebut dipusatkan di sekretariat Yayasan Swara Peduli, dan saat itulah cikal bakal Swara Hijau Farm didirikan. 

    “Setelah mendapatkan over lahan di belakang sekretariat, kemudian dikembangkan lagi menjadi kandang ayam, maggot, kebun hidroponik, dan kolam ikan,” Pak Endang membeberkan bagaimana Swara Hijau Farm bermula. 

    Pada awalnya, warga Kampung Pemulung sempat bingung dengan metode pertanian ini. Biasanya dari hasil memulung, warga bisa mendapatkan upah harian sehingga bisa menyambung hidup. 

    Sedangkan budidaya tanaman dan ikan membutuhkan waktu mulai dari menanam, menyiram, merawat baru kemudian panen sehingga membutuhkan waktu beberapa minggu bahkan berbulan-bulan untuk bisa menikmati hasil jerih payahnya. Namun, berjalannya waktu warga mengerti bahwa dibutuhkan waktu untuk membudidayakan sehingga tercipta kesabaran dalam menghasilkan pundi-pundi ekonomi.

    Di tengah pandemi Covid-19 pada 2020, Pak Endang memberanikan diri mencoba menanam melon. Pengetahuannya saat itu masih terbatas. Ia pun belajar secara otodidak, mulai dari menonton video di YouTube hingga membaca berbagai laman tentang pertanian organik dan perikanan.

    Tidak semuanya berjalan mulus. Namun, dari mencoba, gagal, lalu mencoba lagi, perlahan Pak Endang mulai memahami bagaimana merawat tanaman melon hingga akhirnya menemukan cara yang tepat untuk menghasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik.

    Swara Hijau Farm kemudian mendirikan greenhouse untuk penanaman melon pada tahun 2021. Sebelum akhirnya, mendapatkan bantuan dari BUMN untuk lahan green house seluas 132 meter pada tahun 2022, sebagai lahan untuk menanam melon dengan metode hidroponik. Melon dipilih dengan berbagai pertimbangan, salah satunya masa tanam dan panen tidak terlalu lama sekitar 2-3 bulan tergantung dari cuaca. 

    "Banyak perjalanannya dan banyak pula kegagalannya. Mulai dari melon rasa timun, rasanya hambar. Dan, kemudian akhirnya mulai meracik nutrisi sehingga melonnya pun kini mencapai brix 15-16 dengan tingkat kemanisan cukup tinggi," Pak Endang mengungkapkan perjalanan dari kegagalan berbuah manis. 

    Perjalanan Swara Hijau Farm tidak berhenti pada keberhasilan membudidayakan melon. Kini, kebun ini telah berkembang menjadi model percontohan dan memiliki sejumlah mitra, salah satunya Sentra Mulia Jaya di Pasar Rebo yang mengembangkan melon, sayuran hidroponik, dan budidaya ikan.

    Dari Memulung hingga Menanam Harapan di Swara Hijau Farm

    Lisna Marida, seorang pengurus kelompok tani Swara Hijau Farm mengantarkan kami ke sebuah greenhouse. Lokasinya tak jauh dari sekretariat, hanya berjalan beberapa puluh meter saja. 

    “Warga di kampung pemulung ini sangat beragam, ada dari Jawa, Sunda, Bugis,” ujar Lisna sambil berjalan menuju greenhouse. 

    Greenhouse berukuran 40-50 meter itu berdiri di tengah kampung pemulung. Tak hanya greenhouse, di lahan berukuran sekitar 132 meter itu digunakan sebagai bank sampah. Bank sampah digunakan untuk menampung sampah-sampah dari warga.

    “Sampah-sampah itu di tabung di bank sampah. Warga memang sengaja menabung sampah agar pada saat hari besar bisa ditarik,” ucap Lisna menunjukan botol-botol air mineral yang menumpuk di bank sampah. 

    Walaupun masih memulung, sebagian warga sengaja menabung sampah di Bank Sampah Swara Cipta Mandiri sebagai bagian komitmen menabung. Warga biasanya mengumpulkan sampah-sampah kemudian menabungnya di bank sampah. Setelah beberapa bulan, warga bisa mencairkan dana segar untuk kebutuhan tertentu seperti Lebaran atau hari besar lainnya. 

    “Melon itu seperti manusia, jadi sambil memetik daun dan mengawinkan biasanya diajak berbicara,” gurau Lisna sambil menunjukan tanaman melon di greenhouse.

    Tak lama kemudian, seorang wanita berpakaian batik menuju ke greenhouse. “Nah ini dia yang merawat melon di greenhouse ini,” Lisna menyambut seorang warga yang bertugas di greenhouse tersebut.

    "Kalau memulung itu 3 kali pekerjaan jadi bisa seharian. Kalau di Swara Hijau Farm pekerjaannya hanya pagi dan sore saja, sehingga banyak waktu luang untuk beristirahat," ucap Ibu Wasriyah menceritakan kehidupannya sebelum bergabung dengan Swara Hijau Farm. 

    Selama sekitar 20 tahun tinggal di Kampung Pemulung, Wasriyah terbiasa menghabiskan hari dengan memulung. Pekerjaan itu membuat waktunya hampir seluruhnya tersita, karena harus dilakukan beberapa kali dalam sehari untuk mendapatkan penghasilan yang cukup.

    Perubahan mulai dirasakan ketika ia bergabung dengan kelompok tani Swara Hijau Farm sekaligus menjadi anggota bank sampah. Sejak masa pandemi Covid-19, Wasriyah mulai belajar berbagai kegiatan dari budidaya melon, maggot, ayam hingga ikan.

    “Saya senang bisa bergabung, saya bisa bertemu dengan teman-teman. Dan, kemudian akhirnya saya berhenti mulung,” tutur Wasriyah.

    Kini, rutinitasnya pun berubah. Jika memulung bisa membuatnya bekerja hingga seharian, aktivitas di Swara Hijau Farm cukup dilakukan pada pagi dan sore hari. Ada waktu yang lebih banyak untuk beristirahat sekaligus melakukan aktivitas lainnya.

    Bagi Wasriyah, bergabung dengan Swara Hijau Farm bukan sekadar berpindah pekerjaan. Ia menemukan lingkungan baru, belajar keterampilan baru, dan perlahan menemukan cara berbeda untuk menjalani kehidupan di kampung yang selama ini menjadi rumahnya.

    Tak hanya Wasriyah, namun sekitar 35 orang dari  400 Kepala Keluarga di RT 4 dan RT 7, Kampung Sumur, telah bergabung bersama Swara Hijau Farm. Warga dibagi dalam beberapa kelompok dan secara bergantian melakukan pengelolaan budidaya melon, maggot, ayam hingga ikan.  

    “Memang tidak semua warga bergabung di Swara Hijau Farm, hanya sekitar 35 orang dan itu pun dilakukan seleksi sebelumnya,” cerita Pak Endang.

    Warga kelompok tani pun secara bergantian mengelola, bahkan untuk menunjang performanya dilakukan absensi. Kelompok tani paling rajin pun akan mendapatkan penghasilan lebih banyak berdasarkan kehadiran dan hasil panen yang didapat. 

    Ketika Bertani Mulai Naik Kelas Bersama Yayasan Astra - YDBA

    "Pernah dibalikin 20 kg karena layu sayurnya, tidak sesuai dengan spek. Dan, kemudian dikembalikan setelah 3 hari. Akhirnya dibagikan ke warga sekitar," kenang Pak Endang pada saat salah dalam pengelolaan sayuran.

    Semenjaka tahun 2023, Suara Hijau Farm telah menjalin kemitraan dengan United Tractors sebagai bagian dari Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra. Dukungan yang diberikan meliputi pengembangan kapasitas untuk memperluas UKM hidroponik, keuangan digital, penerapan 5R, serta metode business model canvas.

    "Selama ini kita terpaku dengan produknya, dan pada terjadi kesulitan saat produk tidak sesuai dengan spek karena suplier sangat selektif sekali. Pada saat itu, kami hanya  terfokus produk jadi banyak sekali kerugian. Kemudian, di scale-up untuk diversifikasi serta memperluas bisnis dengan berbagai jenis bisnis," Pak Endang menjelaskan permasalahan bisnisnya. 

    Berkaca dengan permasalahan bisnis tersebut, Swara Hijau Farm kemudian perlahan-lahan mulai membenahi pengembangan kapasitas bisnis hingga manajemen dengan bimbingan Yayasan Astra - YDBA. Mulai dari penerapan pengelolaan keuangan secara digital, penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin), hingga penerapan metode  business model canvas sehingga bisnis bisa dijelaskan dalam 1 lembar kerangka. 

    “Resiko sayuran dikembalikan itu berkurang signifikan sekitar 30-40 persen dari sebelumnya,” jelas Pak Endang Mintardja setelah melakukan berbagai perbaikan manajemen. 

    Kini Swara Hijau Farm mampu menghasilkan omzet sekitar 4-5 juta per bulan dari berbagai macam produk dengan siklus penghasilan berbeda. Telur ayam misalnya, bisa memberikan pemasukan harian. Sayuran hidroponik menghasilkan pendapatan bulanan, sementara maggot dapat dipanen dan dijual setiap minggu. Untuk melon dan ikan, masa panennya sekitar tiga bulan. 

    Masing-masing punya peran, Maggot, misalnya, dijual sekitar Rp5.000 per kilogram. Namun, setelah memperhitungkan biaya pakan dan kebutuhan lainnya, nilai jualnya belum terlalu besar. Karena itu, maggot tidak hanya dijual begitu saja, tetapi diolah menjadi pelet agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

    Begitu juga dengan budidaya ikan, Swara Hijau Farm memiliki delapan kolam dengan kapasitas sekitar 2.000 ekor ikan. Dalam satu periode, hasil panennya bisa mencapai sekitar 2 kuintal atau 200 kilogram, menyesuaikan permintaan.

    Ke depan, pengembangan tidak berhenti pada penjualan ikan segar. Salah satu yang sedang didorong adalah produk olahan seperti ikan marinasi. Produk ini dinilai memiliki peluang perputaran modal yang lebih baik karena bisa dijual dalam bentuk yang memiliki nilai tambah.

    Rencananya, tambahan modal akan digunakan untuk menyediakan freezer sebagai tempat penyimpanan ikan marinasi sekaligus mendukung distribusi. Para ibu juga akan dilibatkan dalam penjualan secara berkeliling, dengan target sekitar 10 kilogram per orang.

    Dengan modal sekitar Rp30.000-Rp35.000 per kilogram, produk tersebut ditargetkan memberikan margin sekitar Rp10.000-Rp15.000 per kilogram. Bagi Swara Hijau Farm, pola seperti inilah yang ingin terus dikembangkan bukan hanya menghasilkan produk, tetapi mengolahnya agar nilai ekonominya bertambah dan perputaran usaha bisa terus berjalan.

    “Kita bisa bermanfaat bagi orang lain itu membuat saya bahagia. Bisa melibatkan warga pemulung disini, bisa beraktivitas dan menghasilkan penghasilan tambahan, itu yang membuat saya bahagia,” kata Pak Endang berkaca-kaca. 

    Bagi warga Kampung Sumur, Swara Hijau Farm bukan sekadar tempat menanam melon, sayuran, memelihara ikan, atau mengolah maggot. Di tempat ini, warga yang sebelumnya menggantungkan hidup dari memulung mendapatkan ruang untuk belajar, beraktivitas, dan memperoleh penghasilan tambahan. Ke depan, Swara Hijau Farm bersama United Tractors dan Yayasan Astra - YDBA juga diarahkan untuk berkembang menjadi ruang edukasi urban farming yang dapat dikunjungi pelajar, guru, mahasiswa, dosen, hingga masyarakat umum. 

    Dari Pendampingan, UMKM Tumbuh dan Berdaya

    Bagi Bapak William Soeryadjaya, membangun perusahaan tidak berhenti pada bagaimana sebuah bisnis tumbuh dan menghasilkan keuntungan. Ada cita-cita yang lebih besar, yaitu menjadikan Astra seperti pohon rindang yang memberi manfaat bagi banyak orang. Pohon yang akarnya kuat, tumbuh semakin besar, menghasilkan buah, sekaligus menyediakan tempat bagi orang lain untuk berteduh dan berkembang.

    Gagasan tentang kebermanfaatan tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan Astra melalui empat pilar, yaitu Astra Hijau, Astra Sehat, Astra Cerdas, dan Astra Kreatif. Di dalam Astra Kreatif, perhatian diarahkan pada bagaimana potensi yang ada di masyarakat dapat dikembangkan menjadi peluang yang memberikan nilai ekonomi.


    Semangat itulah yang salah satunya dijalankan melalui Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Ketua Yayasan Astra - YDBA, Rahmat Samulo, menjelaskan bahwa YDBA menjalankan pendampingan, fasilitasi pemasaran, dan fasilitasi pembiayaan untuk membantu UMKM tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan. Pendekatan ini membuat pembinaan tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga membekali UMKM dengan kemampuan mengelola dan mengembangkan usaha. Berbagai tantangan yang muncul pun dihadapi melalui kolaborasi bersama berbagai pihak. 

    Hingga 2025, terdapat sebanyak 2.030 UMKM yang mengikuti program pembinaan Yayasan Astra - YDBA dengan penyerapan sebesar 4.674 tenaga kerja . UMKM binaan itu tersebar di seluruh wilayah di Tanah Air, menandakan luasnya jangkauan serta dampak nyata yang dihasilkan.

    Bagi warga Kampung Sumur, pembinaan tersebut membantu mereka belajar menghadapi persoalan usaha, mulai dari menjaga kualitas produk hingga mencari peluang pasar baru. Dari budidaya sayuran, melon, ikan, telur, pengolahan maggot, hingga rencana produk ikan marinasi, Swara Hijau Farm terus mengembangkan sumber pendapatan yang melibatkan warga. 

    Inilah semangat “berikan kail, bukan ikan” yaitu membekali masyarakat dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mengelola usaha agar dapat terus menghasilkan dan berkembang secara mandiri diatas kaki sendiri. 


    Continue Reading
    Older
    Stories
    Logo Komunitas BRT Network
    Seedbacklink
    Intellifluence Herd Worth Value: $165

    Search

    Follow Me

    • facebook
    • twitter
    • youtube
    • instagram

    New Post

    Postingan Populer

    • Sebelum Diet, Yuk Konsultasi Gizi dan Body Composition Analysis di Primecare Clinic Jakarta
    • Menanam Harapan di Tengah Sampah, Perjuangan Swara Hijau Farm di Kampung Pemulung
    • Top Up ML Terbaik, Termurah, Tercepat: Cara Memilih yang Aman dan Worth It
    • Menjaga Mangrove dan Sumber Pangan, Inspirasi Ketahanan Pangan dari Raja Ampat
    • Punya Banyak Kucing? Begini Cara Menghemat Biaya Perawatan Tanpa Mengorbankan Kesehatannya
    • Kalau Bantuan Berhenti, Sudah Siapkah Berdiri Sendiri? Belajar dari Kongres Kemandirian Dompet Dhuafa 2026
    • Dari Kuala Lumpur ke Hatyai, Lalu Menemukan Penang Sekali Lagi
    • Mudahnya Membuka Tabungan Online
    • 5 Cara Tampil Modis Dan Trendy
    • Menemukan Harta Karun di Belakang Seniman Pangan Cafe

    Blog Archive

    • ▼  2026 (22)
      • ▼  Oktober (2)
        • Top Up ML Terbaik, Termurah, Tercepat: Cara Memili...
        • Sebelum Diet, Yuk Konsultasi Gizi dan Body Composi...
      • ►  September (3)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2025 (32)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (4)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2024 (52)
      • ►  Desember (6)
      • ►  November (7)
      • ►  Oktober (8)
      • ►  September (4)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
      • ►  Maret (10)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2023 (68)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (8)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (8)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (7)
      • ►  Maret (8)
      • ►  Februari (6)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2022 (75)
      • ►  Desember (14)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (12)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (4)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (12)
      • ►  Maret (6)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2021 (38)
      • ►  Desember (4)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (6)
      • ►  Mei (4)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (7)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2020 (25)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (1)
      • ►  September (1)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (2)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ►  Januari (1)
    • ►  2019 (53)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  September (6)
      • ►  Agustus (4)
      • ►  Juli (5)
      • ►  Juni (2)
      • ►  Mei (7)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (3)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (8)
    • ►  2018 (83)
      • ►  Desember (9)
      • ►  November (8)
      • ►  Oktober (7)
      • ►  September (8)
      • ►  Agustus (13)
      • ►  Juli (6)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (8)
      • ►  April (9)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2017 (36)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (2)
      • ►  Agustus (6)
      • ►  Juli (2)
      • ►  Juni (3)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (4)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2016 (41)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (4)
      • ►  Oktober (4)
      • ►  September (3)
      • ►  Agustus (2)
      • ►  Juli (3)
      • ►  Juni (7)
      • ►  Mei (3)
      • ►  April (4)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Februari (3)
      • ►  Januari (4)
    • ►  2015 (63)
      • ►  Desember (5)
      • ►  November (5)
      • ►  Oktober (11)
      • ►  September (2)
      • ►  Agustus (3)
      • ►  Juli (7)
      • ►  Juni (5)
      • ►  Mei (5)
      • ►  April (6)
      • ►  Maret (5)
      • ►  Februari (4)
      • ►  Januari (5)
    • ►  2014 (11)
      • ►  Desember (3)
      • ►  November (1)
      • ►  Oktober (3)
      • ►  Maret (1)
      • ►  Januari (3)
    • ►  2013 (5)
      • ►  Agustus (1)
      • ►  Juli (1)
      • ►  Juni (1)
      • ►  Mei (1)
      • ►  April (1)
    • ►  2010 (1)
      • ►  Desember (1)

    Blogger Friend

    • Small Things, Kecil Tapi Penting :)
    • Jurnal Evi Indrawanto
    • All of Putri (¬.¬)ƪ_(˘⌣˘'!)
    • BETOIJO
    • Catatan Anazkia
    • Jalan Pendaki
    • Ninik Setyarini
    • jinjinger
    • yosbeda
    • Dunia Kecil Indi
    • Indah Julianti
    • WHEN IT'S ONLY JG & AST
    • ..:: ntan™ | bunga dengan nama terbuka
    • desperate housewife
    • Herdis Suryatna | Pengalaman adalah guru yang terbaik
    • Albarnation
    • Melfeyadin
    • Blog Bukunya Kimi | Banyak-banyaklah Membaca. Biar Pintar.
    • Lucia Priandarini
    • Ca Ya
    • Chronosphere
    • Wuri Nugraeni | Reporter, Menulis, dan Wisata
    • irhapunya
    • Ratu de Blog
    • Linda Leenk - Little Part of My Life
    • Motherhood
    • Lianny Hendrawati
    • Saoscabe.com | Website Humor Indonesia
    • Melihat Dunia
    • Catatan Ruslan
    • Cokelat Gosong
    • Berbagi Cerita
    • Mira Sahid
    • Tulisanku
    • pemainkata | sekadar bilik kecil pecinta kata
    • DISGiOVERY
    • Blog - Lucedale.
    • Gulanya Gulali
    • Redcarra
    • Ahmad Rafiq Chaniago
    • hidayah-art.blogspot.co
    • suarane.org
    • zubaid.ID
    • Macangadungan
    • Write Your Diary
    • Blognya bisot
    • Aulia Fasya
    • Ruang Emak
    • HM Zwan
    • Narzis Blog
    • Life begins at 30...
    • Rianda Prayoga Blog
    • Cerita EKA
    • Tukangecuprus
    • Arian's Blog
    • HELLO!
    • Bangsari
    • tindak tanduk arsitek
    • Resep Kuliner Indonesia dan Dunia
    • udafanz[dot]com
    • Donna Imelda
    • Tukang Ngukur Jalan
    • Benablog - Cerita Si Benakribo
    • sketsa hati
    • #FDCG
    • Natureve Shop
    • SimBale - Download Software Gratis
    • Kimi's Cool Blog
    • Nicegreen
    • Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik » Bisnis, Motivasi, Inspirasi, Opini, Hiburan, Informasi, Sosial Media, Tip & Trik
    • Jogja Ready
    • Kaleng Harapan » Kamera Lubang Jarum
    • fanabis
    • backpackstory
    • - Connect and Share Blogging Tips in Two Languages
    • ge[n][d]ud BlogPacker
    • Akhmad Muhaimin Azzet | mari bersama menggapai ridha-Nya
    • Jendela Keluarga
    • Febry Hadinata WordPress
    • Jefferson's Stage.
    • Wira Nurmansyah
    • Keluarga Haripahargio
    • Cinta Teknologi
    • My Daily Notes
    • Arsitektur Dunia | Gallery Arsitektur Dunia
    • Una Vida Escrita de la Una
    • The Dusty Sneakers
    • Mampir yuk, kerumahku
    • A HOUSEWIFE'S DAY OUT
    • Pemimpi Hujan
    • AGIASAZIYA
    • Angga Ong
    • Kehidupan Di Jepang
    • YOGA AS YOGGAAS
    • Dian Kelana
    • my story
    • fitrian.net
    • Putrinyanormal
    • Jejak BOcahiLANG
    • Petrus Andre Blog
    • SECAWANKOPISENJA
    • The TraveLearn
    • Blog Adi Nugraha
    • Pipit Widya
    • yandi punya cerita
    • Nova Wijaya
    • Taqorrub.com
    • .: adie DOES :.
    • Garis Horizon
    • Langkah Baruku
    • A Border that Breaks
    • Rumah Mayaku
    • Galaksi Pungky
    • Netnesia
    • lalank pattrya dan hal random lainnya.
    • Menuliskan Sebelum Terlupakan
    • aksara senandika | Sedikit noktah kehidupan
    • Jejaring Miss Fenny
    • SALAMINZAGHI
    • Travel Diary
    • Fardelyn Hacky
    • Gembul Kecil Penuh Debu
    • Dunia Senja
    • Sometimes you have to go a little crazy to stay a little sane
    • pegipegi.com: Pesan Hotel & Tiket Pesawat Termurah Online
    • BLOGFAM – When Sharing Meets Caring
    • Widaku.com
    • Dija Princess
    • TGIF! Magazine
    • BlogCamp
    • when journalist becomes backpacker
    • Shintaries
    • Ika Koentjoro
    • Makhluk Kecil
    • .:: Nhie ::. | Just another WordPress.com weblog
    • Sisi Hidupku
    • Anisa AE
    • BlogS of Hariyanto
    • My Purple World
    • punyapista
    • every mom has a story
    • mata buku indri
    • Blog Anak Nelayan
    • Perjalanan Tak Berujung
    • The Shymphony Of EKA
    • Bibi Titi Teliti
    • Controversy
    • My Life My Style
    • Catatan Perjalananku
    • Ayu Saritem Blog
    • Beautify Me
    • Dunia Iwok
    • Catatan Kartina
    • eithea
    • Stay Hungry. Stay Foolish
    • Aksaraku
    • Jurnal Mira Sahid | Emak Blogger
    • Beby's Diary
    • a Dreamer - Travelographer - Food Adventurer - Travel Blogger
    Perlihatkan 5 Perlihatkan Semua

    Labels

    Asuransi Backpacker Bank Budaya Fashion Film Movie Review Wisata otomotif
    facebook Twitter instagram

    Created with by BeautyTemplates

    Back to top